TP PKK Ledokombo Sosialisasikan “Tulus Hati”, Perkuat Peran Kader dalam Kesehatan Ibu dan Anak
- 08 April 2026
- Dibaca 506 Kali
Bagikan Via:
TP PKK Ledokombo Sosialisasikan “Tulus Hati”, Perkuat Peran Kader dalam Kesehatan Ibu dan Anak
JEMBER, 08 APRIL 2026 - Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Ledokombo menggelar pembinaan administrasi sekaligus sosialisasi program “Tulus Hati” yang dipusatkan di Balai Desa Sukogidri, Rabu 08 April 2026 pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini diikuti TP PKK Kecamatan Ledokombo bersama TP PKK desa se-Kecamatan Ledokombo yang terdiri atas 10 desa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK yang dipimpin anggota PKK Desa Sukogidri. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Selanjutnya, notulen kegiatan bulan sebelumnya dibacakan oleh perwakilan PKK Desa Sukogidri sebagai bentuk evaluasi dan kesinambungan program kerja.
Sambutan Ketua TP PKK Desa Sukogidri yang disampaikan oleh Kepala Desa Sukogidri, B. Purnoto, menekankan pentingnya sinergi antara PKK desa dan pemerintah daerah. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dari berbagai desa serta menegaskan komitmen PKK Desa Sukogidri bersama pemerintah desa dalam mendukung dan melaksanakan program-program dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Ledokombo, Sultanah Zahariah, S.Keb., M.Keb., dalam arahannya menyampaikan sejumlah program prioritas yang tengah dan akan dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Ledokombo dipercaya mewakili program Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana tingkat kabupaten melalui Desa Lembengan.
Selain itu, TP PKK juga terus aktif dalam pendampingan ibu hamil risiko tinggi (bumil risti) dan balita stunting yang pelaporannya dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kecamatan. “Gerakan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) menjadi salah satu upaya strategis dalam menemukan kasus baru ibu hamil risiko tinggi dan balita stunting,” jelasnya.
Di sisi lain, penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak juga menjadi perhatian serius. Dua desa telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) campak, dan pada Maret dilanjutkan di delapan desa lainnya.
“Ke depan, kami juga akan melaksanakan program peningkatan kapasitas di bidang sekretariat, khususnya pelatihan public speaking bagi kader PKK, yang rencananya digelar akhir pekan ini, menunggu konfirmasi narasumber,” ujar Sultanah Zahariah di lokasi kegiatan.
Memasuki sesi lain-lain, kegiatan diisi dengan sosialisasi program “Tulus Hati” oleh Ketua Pokja IV, Ervin C, A.Md.Keb. Program ini merupakan metode stimulasi bayi melalui pijatan lembut yang bertujuan membangun ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pijat bayi tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kenyamanan, mengurangi stres, serta menciptakan kesejahteraan emosional bayi.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan pijat bayi perlu memperhatikan beberapa hal penting, seperti lingkungan yang hangat, durasi ideal selama 10-15 menit, serta penggunaan minyak alami seperti minyak kelapa atau zaitun.
Waktu terbaik untuk melakukan pijat bayi adalah saat bayi dalam kondisi tenang, tidak lapar, dan tidak mengantuk, misalnya setelah mandi pagi atau sore hari.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antarkader PKK. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Aini dari Pokja II Desa Sukogidri, sebelum secara resmi ditutup oleh pembawa acara pada pukul 12.00 WIB.
Usai penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan administrasi TP PKK Desa Sukogidri guna memperkuat penyusunan program kerja yang lebih tertib, terarah, dan berkelanjutan. (yus)