logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Mumbulsari

TP PKK Mumbulsari Gelar Pertemuan Rutin, Evaluasi Monitoring Posyandu hingga Sosialisasi Lomba Vlog

  • 30 April 2026
  • Dibaca 134 Kali
Bagikan Via:
tp-pkk-mumbulsari-gelar-pertemuan-rutin-evaluasi-monitoring-posyandu-hingga-sosialisasi-lomba-vlog-20260430

TP PKK Mumbulsari Gelar Pertemuan Rutin, Evaluasi Monitoring Posyandu hingga Sosialisasi Lomba Vlog

JEMBER, 30 APRIL 2026 – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Mumbulsari dalam pertemuan rutin PKK mulai mengintensifkan sosialisasi lomba vlog yang diinisiasi oleh PKK Pusat. Kompetisi ini difokuskan pada dokumentasi digital mengenai implementasi empat program kerja utama, dengan penekanan khusus pada penguatan fungsi monitoring Posyandu di tingkat desa.

Lomba vlog tersebut bertujuan untuk memetakan keberhasilan program di lapangan sekaligus sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas. Peserta diwajibkan mengemas kegiatan rutin PKK menjadi konten visual yang informatif, akurat, dan mudah diakses oleh publik melalui media sosial.

Ketua TP-PKK Kecamatan Mumbulsari, Ading Wiwin Rachmawati, menyatakan bahwa kompetisi ini merupakan momentum untuk membuktikan efektivitas peran kader di wilayahnya. Menurutnya, penggunaan platform video digital dapat mempercepat penyampaian pesan mengenai standar pelayanan kesehatan di Posyandu.

"Kami menginstruksikan seluruh kader di desa untuk berpartisipasi. Fokus utama vlog ini adalah menunjukkan bagaimana monitoring Posyandu dilakukan secara sistematis, mulai dari pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga PMT yang bergizi," ujar Ibu Ading, sapaan dia, dalam forum tersebut, Kamis 30 April 2026.

Ibu Ading menekankan bahwa transparansi dalam monitoring Posyandu menjadi indikator keberhasilan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Dari video konten itu, PKK Pusat ingin lihat sejauh mana akurasi data yang dihimpun oleh kader dan bagaimana tindak lanjut terhadap balita yang terdeteksi mengalami kendala pertumbuhan," lanjutnya.

Selain monitoring Posyandu yang masuk dalam lingkup kesehatan, lomba ini juga menyoroti integrasi empat program kerja utama PKK yang saling berkaitan dalam mendukung kesejahteraan keluarga.

Ading Wiwin Rachmawati menambahkan bahwa vlog yang dibuat tidak boleh sekadar bersifat estetik, melainkan harus berbasis data lapangan. Ia meminta para kader memastikan bahwa apa yang ditampilkan dalam video mencerminkan realitas pelayanan di meja-meja Posyandu.

"Monitoring Posyandu bukan hanya tentang mencatat angka. Vlog ini ya sarana verifikasi visual atas laporan administratif yang selama ini masuk," tegasnya. (nov)

Galeri Foto