TP PKK Wirolegi Borong Sejumlah Juara, Dapat Ilmu dari Kelas Ayah Mandiri
- 15 Agustus 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
TP PKK Wirolegi Borong Sejumlah Juara, Dapat Ilmu dari Kelas Ayah Mandiri
JEMBER, 15 AGUSTUS 2026 – TP PKK Kelurahan Wirolegi bawa pulang sejumlah hadiah setelah memenangkan berbagai perlombaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Sumbersari pada pekan lalu.
Beberapa penghargaan yang diperoleh diantaranya juara pertama lomba estafet sarung, juara ketiga lomba Cipta Menu, juara ketiga lomba memasukkan bola ke dalam gelas, serta juara harapan tiga lomba daddy spa.
Ketua Pokja 2 TP PKK Kelurahan Wirolegi, Susanti, mengatakan sejumlah penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi bagi para kader untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan juara satu lomba estafet sarung. Kemudian juara tiga lomba cipta menu yang diikuti Ibu Diana dari Pokja 3 dan Ibu Rosida dari Pokja 1. Lomba memasukkan bola dalam gelas juga juara tiga, dan lomba daddy spa yang diwakili Mas Rozi mendapat juara harapan tiga,” ulas Susanti.
Tak hanya menerima penghargaan, para kader TP PKK Kelurahan Wirolegi juga mendapatkan pengetahuan baru melalui kegiatan Kelas Ayah Mandiri (Aman) yang diadakan sebelum pembagian hadiah, Jumat 14 Agustus 2026.
Susanti menyebut, materi yang diberikan dalam Kelas AMAN menjadi bekal penting, khususnya bagi para calon ayah tentang pentingnya peran mereka, agar semakin peduli terhadap keluarga, anak, maupun istri.
“Alhamdulillah, selain menjemput hadiah kita mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat tentang pentingnya peran ayah dalam hubungan keluarga,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari, Dwiyanti Kurnianingsih, S.E., kegiatan tersebut merupakan pembagian hadiah atas lomba 17-an yang digelar pekan lalu oleh TP PKK Kecamatan Sumbersari, sekaligus memberikan materi parenting dan peran keluarga dalam sosialisasi kelas Aman.
“Di sini selain kita pembagian hadiah untuk lomba yang kemarin dilakukan juga sosialisasi untuk kelas aman,” ujarnya.
Kata Dwiyanti, kegiatan kelas Aman sendiri diharapkan dapat memberi pemahaman tentang pentingnya peran seorang ayah hadir di tengah-tengah keluarga, terlebih ketika seorang istri baru melahirkan.
“Istri yang baru melahirkan biasanya mengalami baby blues. Di situ peran ayah penting dalam suatu keluarga,” jelasnya.
Ia berharap para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya memahami materi untuk diri sendiri, tetapi juga dapat menyebarluaskan informasi mengenai Kelas Ayah Mandiri kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kami juga berharap para undangan yang ada di sini bisa menyampaikan ke wilayah masing-masing apa itu kelas Aman,” pungkasnya.(fat)