TRC DPRKPLH Jember Perkuat Pengelolaan Sampah Desa, Semboro Jadi Contoh
- 11 April 2026
- Dibaca 225 Kali
Bagikan Via:
TRC DPRKPLH Jember Perkuat Pengelolaan Sampah Desa, Semboro Jadi Contoh
JEMBER, 11 APRIL 2026 - Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DPRKPLH Jember melakukan pengawasan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sejumlah desa pada 8–10 April 2026.
Langkah ini bertujuan memastikan sistem pengelolaan sampah berbasis desa berjalan optimal guna menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pengawasan dilakukan di empat desa, yakni Desa Rambipuji, Desa Dukuh Dempok, Desa Sukorejo, dan Desa Semboro. Dari hasil evaluasi di lapangan, TRC menemukan operasional TPS3R/TPST di Desa Rambipuji dan Desa Sukorejo belum berjalan secara optimal.
“Kondisi ini menjadi perhatian karena TPS3R dan TPST memiliki peran strategis dalam mengurangi beban TPA. Jika tidak berjalan, maka sampah berpotensi menumpuk dan berdampak pada lingkungan,” ujar Koordinator TRC Bidang Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Arif Marbi, Sabtu 11 April 2026.
Sementara itu, operasional TPS3R di Desa Dukuh Dempok dan Desa Semboro dinilai telah berjalan, meskipun masih terdapat sejumlah catatan evaluasi. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain konsistensi pengelolaan, optimalisasi sarana dan prasarana, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah.
TPS3R dan TPST merupakan sistem pengolahan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa. Melalui konsep reduce, reuse, dan recycle, sampah diharapkan sudah dipilah dan diolah sebelum menuju TPA. Pendekatan ini tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga membuka peluang nilai tambah ekonomi dari hasil pengolahan.
Praktik positif terlihat di Desa Semboro. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah telah tumbuh sejak dari tingkat rumah tangga. Sampah yang masuk ke TPS3R bukan lagi sampah campuran, melainkan sampah yang telah dipilah sesuai jenisnya, sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien dan bernilai ekonomis.
Pengelolaan tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Unit Shinta yang berperan dalam mengelola sampah anorganik agar memiliki nilai jual. Ketua TPS3R Berkah Mandiri Desa Semboro, Listika Meilinasari, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam keberhasilan sistem ini.
“Kami terus mengajak masyarakat untuk memilah sampah dari rumah, terutama sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis. Namun, yang tidak kalah penting adalah mengurangi penggunaan plastik sejak awal,” ujarnya.
Melalui pengawasan ini, DPRKPLH Jember berharap desa yang belum optimal dapat segera melakukan pembenahan. Sementara itu, desa yang sudah berjalan baik diharapkan terus meningkatkan kualitas pengelolaan. Sinergi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (mrf)