logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup

Ubah Limbah Jadi Rupiah, DPRKPLH Jember dan PKK Latih Warga Kelola Minyak Jelantah

  • 11 Juli 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
ubah-limbah-jadi-rupiah-dprkplh-jember-dan-pkk-latih-warga-kelola-minyak-jelantah-20260712

Ubah Limbah Jadi Rupiah, DPRKPLH Jember dan PKK Latih Warga Kelola Minyak Jelantah

JEMBER, 11 JULI 2026 – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember terus menggandeng elemen masyarakat untuk mengatasi persoalan limbah rumah tangga. Berkolaborasi dengan Pokja III Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember, DPRKPLH menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Mandiri dan Pelatihan Program "Kutah Mili" (Kumpulkan Minyak Jelantah Demi Lingkungan Sehat).

Agenda yang berlangsung di Aula Graha Wiyata Dinas Pendidikan Kabupaten Jember pada Kamis, 09 Juli 2026, ini menghadirkan para Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kabupaten Jember. Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama dalam membangun budaya hidup bersih, sekaligus menekan volume sampah langsung dari sumbernya.

Mewakili DPRKPLH Kabupaten Jember, perwakilan Bidang Kebersihan, Mentik Diyah Andayani, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari Surat Edaran Bupati Jember Nomor 100.3.4.2/441/35.09.313/2026 terkait Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Mandiri.

"TP PKK memiliki jaringan kuat hingga tingkat desa dan bersentuhan langsung dengan akar rumput. Kami berharap para Ketua TP PKK dapat menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat. Mulai dari pemilahan sampah, pengelolaan bank sampah, hingga pemanfaatan minyak jelantah agar tidak dibuang sembarangan," ujar Mentik.

Dalam program "Kutah Mili" ini, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan sabun dari minyak goreng bekas (jelantah). Pelatihan ini menjadi bukti nyata penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga, di mana limbah yang semula mencemari lingkungan disulap menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Mentik menambahkan, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang jelantah ke saluran air atau menggunakannya kembali demi kesehatan masih perlu ditingkatkan. Melalui "Kutah Mili", paradigma masyarakat diubah agar melihat jelantah sebagai komoditas baru yang bermanfaat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala DPRKPLH Kabupaten Jember, Jupriono, S.T., M.Si., berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan mereka masing-masing.

"Melalui langkah sederhana yang dilakukan secara kolektif, memilah sampah dari rumah dan mengumpulkan jelantah, kita dapat menekan volume limbah daerah secara signifikan. Langkah ini adalah komitmen nyata kami untuk mewujudkan Jember yang lebih bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan," pungkas Jupriono. (fag)

Galeri Foto