logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

UHC Jadi Magnet Bunga Desaku Mini di Karangrejo, Warga Antusias Cari Tahu Hak Layanan Kesehatan

  • 19 Juni 2026
  • Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
uhc-jadi-magnet-bunga-desaku-mini-di-karangrejo-warga-antusias-cari-tahu-hak-layanan-kesehatan-20260619

UHC Jadi Magnet Bunga Desaku Mini di Karangrejo, Warga Antusias Cari Tahu Hak Layanan Kesehatan

UHC Jadi Magnet Bunga Desaku Mini di Karangrejo, Warga Antusias Cari Tahu Hak Layanan Kesehatan

JEMBER 18 JUNI 2026 – Upaya mendekatkan informasi program pemerintah kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember melalui kegiatan Bunga Desaku Mini. Program yang menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat tersebut digelar di Pendapa Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kamis 18 Juni 2026, dengan melibatkan puluhan ketua pengajian Srikandi dan Laskar Nusantara.

Kegiatan ini dihadiri Anggota DPRD Jawa Timur Hermin S.Pd.I., M.Pd.I., Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, Kapolsek Sumbersari, Danramil Sumbersari, Lurah Karangrejo Nachnuzi Luqman, Kepala Puskesmas Sumbersari, perwakilan RS dr. Soebandi, serta 51 peserta dari kelompok Srikandi dan Laskar Sholawat Nusantara (LSN).

Bunga Desaku Mini merupakan program yang dirancang oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk menyampaikan perkembangan program pemerintah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui forum yang lebih dekat dan santai ini, warga mendapatkan kesempatan memahami berbagai program unggulan yang dapat mereka manfaatkan.

Dalam sambutannya, Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, mengatakan bahwa Bunga Desaku Mini menjadi sarana silaturahmi sekaligus media komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, peserta yang hadir memiliki peran penting sebagai penyambung informasi kepada lingkungan sekitar.

“Tujuan kegiatan ini adalah silaturahmi atas nama Gus Bupati yang terwakili. Selain menyampaikan program-program pemerintah, kami juga ingin mendengar langsung masukan masyarakat agar pelayanan yang diberikan semakin baik,” ujarnya.

Deni menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar forum penyampaian informasi, melainkan wadah evaluasi bersama agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Ia juga mengingatkan pentingnya peran ibu-ibu sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa dan agen informasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Timur, Hermin, menjelaskan bahwa Bunga Desaku Mini bertujuan memperluas jangkauan informasi program pemerintah hingga ke tingkat jamaah dan kelompok-kelompok pengajian. Para ketua kelompok yang hadir diharapkan dapat memahami materi yang disampaikan, kemudian meneruskannya kepada anggota dan masyarakat di lingkungannya.

Dalam kesempatan tersebut, Hermin memaparkan sejumlah program prioritas Bupati Jember yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah program Beasiswa Cinta Bergema yang membuka kesempatan bagi anak-anak berprestasi dan keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Selain itu, disampaikan pula program Gerobak Cinta atau Mlijo Cinta yang ditujukan untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat kurang mampu melalui dukungan sarana usaha.

Namun demikian, perhatian terbesar peserta tertuju pada Program Universal Health Coverage (UHC) atau layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Jember. Program ini dinilai sangat membantu masyarakat karena memberikan jaminan akses pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya pengobatan.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Salah seorang peserta bernama Megawati, warga RT 02 RW 17 Lingkungan Sumberbringin, Kelurahan Karangrejo, tampak antusias mengikuti sesi dialog mengenai Program UHC. Sebagai ibu rumah tangga, ia mengaku masih memiliki sejumlah pertanyaan terkait layanan kesehatan gratis tersebut. Saat sesi tanya jawab dibuka, Megawati mengangkat tangan dan menanyakan siapa saja warga yang dapat mendaftar UHC serta penyakit apa saja yang belum dapat tercover dalam program tersebut.

“Saya ingin tahu siapa saja yang bisa mendaftar UHC dan apakah semua penyakit bisa ditanggung atau ada yang tidak tercover. Soalnya informasi seperti ini penting bagi kami sebagai warga, supaya kalau suatu saat membutuhkan pelayanan kesehatan tidak bingung lagi,” ujar Megawati dengan penuh antusias.

Mendengarkan pertanyaan itu Hermin menjelaskan bahwa yang berhak mendapatkan program UHC adalah semua warga yang ber-KTP Jember, meskipun tidak berada di Jember tetap akan mendapatkan fasilitas kesehatan gratis.

Sedangkan untuk penyakit apa saja yang terkaver dan tidak terkaver bpjs pihak RS dr Soebandi drg. Adriyani menjelaskan bahwa tidak semua jenis pelayanan kesehatan dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, terdapat sejumlah ketentuan yang menjadi batasan dalam layanan yang dibiayai program tersebut.

“Ada beberapa kondisi yang tidak dicover BPJS, di antaranya penyakit atau cedera yang diakibatkan oleh unsur kesengajaan, termasuk tindakan yang membahayakan diri sendiri seperti akibat tawuran. Selain itu, tindakan kosmetik atau bedah plastik yang tidak memiliki indikasi medis juga tidak ditanggung,” jelasnya.

Ia menambahkan, layanan lain yang tidak termasuk dalam cakupan BPJS meliputi penggunaan alat kontrasepsi tertentu, pengobatan alternatif yang belum diakui secara medis oleh Kementerian Kesehatan, perawatan di luar negeri, serta pengobatan atas permintaan sendiri tanpa indikasi medis yang jelas.

Program UHC juga berkaitan erat dengan Program Peta Cinta yang mempermudah pengurusan administrasi kependudukan hingga tingkat kecamatan. Dengan kepemilikan KTP Jember yang valid, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan pemerintah, termasuk layanan kesehatan gratis.

Di akhir kegiatan, Hermin yang juga merupakan Ketua Umum Laskar Sholawat Nusantara ini mengajak peserta memanfaatkan media sosial secara positif untuk mencari informasi dan menyebarluaskan program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lurah Karangrejo, Nachnuzi Luqman, menyambut baik pelaksanaan Bunga Desaku Mini di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana program-program pemerintah telah diterima masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi agar pelayanan publik semakin tepat sasaran.

“Harapannya, apa yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Semua warga Karangrejo harus mendapatkan hak dan manfaat dari program yang telah disiapkan pemerintah. Semoga kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Bunga Desaku Mini, warga Karangrejo tidak hanya memperoleh informasi mengenai program pembangunan daerah, tetapi juga mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Dengan demikian, berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan administrasi dapat semakin dikenal, dimanfaatkan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas. (aji)

Galeri Foto