UMKM Batik Jember Ikuti Misi Dagang Jatim–Kalbar, Perluas Peluang Pasar Produk Lokal
- 12 Agustus 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
UMKM Batik Jember Ikuti Misi Dagang Jatim–Kalbar, Perluas Peluang Pasar Produk Lokal
Jember, 12 Agustus 2026 – Produk batik dari Kabupaten Jember turut ambil bagian dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Kalimantan Barat yang berlangsung di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa 11 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan potensi produk batik Jember ke pasar yang lebih luas.
Keterlibatan UMKM batik Jember dalam agenda tersebut diawali dengan proses kurasi produk. Pada 5 Agustus 2026, dilakukan kunjungan ke sejumlah rumah produksi batik di Kabupaten Jember, yakni Batik Veo, Batik Restiz Ambulu, dan Batik Rolla Jember.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung potensi produk batik Jember, termasuk proses produksi, pengembangan desain, pengelolaan usaha, pemasaran, serta berbagai kendala yang dihadapi para pengrajin. Dalam kunjungan tersebut, staf Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro DiskopUKMDag Jember, Farhansyah Sya'aini, S.H., turut hadir bersama tim. “Kunjungan ini menjadi bagian dari proses kurasi untuk melihat potensi dan kesiapan produk batik Jember yang akan diperkenalkan melalui Misi Dagang,” ujar Farhansyah.
Melalui proses kurasi tersebut, produk batik Jember yang dinilai memenuhi kriteria dipersiapkan untuk mengikuti Misi Dagang. Kesempatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM batik untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang jejaring dan kerja sama dengan pelaku usaha dari daerah lain.
Misi Dagang dan Investasi Jatim–Kalbar yang berlangsung pada 11 Agustus 2026 mencatat transaksi sebesar Rp2,529 triliun. Berdasarkan informasi yang disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui akun Instagram resminya, transaksi tersebut terdiri dari penjualan Jawa Timur sebesar Rp1,480 triliun, pembelian sebesar Rp163,829 miliar, serta komitmen investasi Jawa Timur di Kalimantan Barat sebesar Rp885 miliar.
Keikutsertaan UMKM batik Jember dalam agenda perdagangan antardaerah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong produk lokal agar semakin dikenal di luar daerah. Batik Jember sendiri memiliki karakteristik dan identitas lokal yang terinspirasi dari berbagai potensi daerah, seperti tembakau, kopi, kakao, serta kekayaan alam dan budaya Jember.
Selain memiliki nilai budaya, batik juga menjadi salah satu sektor yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM. Karena itu, keikutsertaan dalam forum perdagangan antardaerah diharapkan dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi para pengrajin sekaligus memperkuat daya saing produk batik Jember. (adh)