Usai Evaluasi Homecare Jember, Layanan Kesehatan di Rumah Disiapkan Semakin Terintegrasi
- 16 September 2026
- Dibaca 41 Kali
Bagikan Via:
Usai Evaluasi Homecare Jember, Layanan Kesehatan di Rumah Disiapkan Semakin Terintegrasi
JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 – Evaluasi program Homecare Kabupaten Jember tidak berhenti pada pemetaan kendala di lapangan. Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan sejumlah tindak lanjut untuk memperkuat pencatatan, koordinasi lintas perangkat daerah, hingga pemantauan kondisi pasien agar pelayanan kesehatan di rumah semakin tepat sasaran.
Hal tersebut dibahas dalam rapat evaluasi Homecare yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, Senin 14 September 2026. Kegiatan dihadiri Bupati Jember, Pj Sekretaris Daerah, kepala dinas dan badan di lingkungan Pemkab Jember, dosen kedokteran dan keperawatan Universitas Jember, camat, serta puskesmas.
Salah satu tindak lanjut yang menjadi perhatian adalah penyempurnaan pengisian data pasien pada aplikasi Homecare. Data tidak hanya diarahkan untuk mencatat identitas dan kunjungan, tetapi juga perlu memuat spesifikasi penyakit atau kondisi kesehatan pasien.
Pencatatan yang lebih rinci dinilai dapat membantu tenaga kesehatan menentukan aspek yang perlu dipantau pada setiap kunjungan. Data tersebut juga diharapkan mendukung proses telemedicine dengan dokter spesialis, sehingga informasi mengenai kondisi pasien dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.
Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (Unej), Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes, Sp.BP-RE, Subsp.L.B.L (K) mengatakan, pencatatan kondisi pasien perlu dibuat lebih spesifik agar pemantauan dapat disesuaikan dengan penyakit yang dialami.
“Sebaiknya pencatatan dilakukan lebih spesifik ke penyakit pasien, agar kita bisa tahu aspek apa yang lebih diperhatikan khusus. Semisal pasien menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi maka kita setiap kunjungan harus memastikan tekanan darah pasien turun atau minimal tidak naik dari sebelumnya,” jelasnya.
Penguatan Homecare juga diarahkan melalui pembagian peran lintas perangkat daerah. Setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember menjadi pengampu Homecare di masing-masing kecamatan, sehingga pelaksanaan program dapat memperoleh pendampingan sesuai wilayah.
Sementara itu, OPD yang memiliki keterkaitan dengan data kependudukan dan kondisi sosial masyarakat juga akan dilibatkan dalam proses pemutakhiran data. Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), serta perangkat daerah terkait lainnya dapat berkoordinasi untuk membantu memastikan data calon penerima manfaat sesuai dengan kondisi di lapangan.
Langkah tersebut menjadi penting karena salah satu hasil evaluasi sebelumnya menunjukkan masih adanya data sasaran yang tidak valid. Dengan koordinasi lintas OPD, proses penentuan sasaran diharapkan dapat dilakukan berdasarkan data yang lebih akurat.
Untuk pelaksanaan bulan berikutnya, Bupati Jember Muhammad Fawait meminta agar pelayanan Homecare mulai diarahkan lebih spesifik sesuai kebutuhan pasien. Penajaman sasaran tersebut juga membuka kemungkinan bertambahnya data penerima manfaat yang dapat dijangkau melalui program.
Dengan penguatan pencatatan, koordinasi antar-OPD, validasi data, serta pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan, Homecare Jember diarahkan tidak hanya hadir melalui kunjungan rumah, tetapi juga mampu menghasilkan informasi kesehatan yang dapat digunakan untuk menentukan tindak lanjut pelayanan secara lebih terarah. (fam)