Validitas Data Tuai Sorotan, Camat Ledokombo Minta Seluruh Desa Perkuat Akurasi Pelaporan Kematian
- 20 Juli 2026
- Dibaca 167 Kali
Bagikan Via:
Validitas Data Tuai Sorotan, Camat Ledokombo Minta Seluruh Desa Perkuat Akurasi Pelaporan Kematian
JEMBER, 20 JULI 2026 – Validitas data kependudukan, khususnya data kematian, menjadi perhatian serius Pemerintah Kecamatan Ledokombo. Sebagai langkah memperkuat kualitas basis data yang menjadi acuan penyusunan kebijakan publik, Kecamatan Ledokombo bersama UPTD Puskesmas Ledokombo menggelar Monitoring dan Evaluasi Data Kematian Desa dalam forum Gerakan 1200 Nakes Kecamatan Ledokombo, Senin 20 Juli 2026, di Aula UPTD Puskesmas Ledokombo.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Ledokombo Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Ledokombo Hariyanto, S.Sos., Kepala UPTD Puskesmas Ledokombo dr. Andy Maulana, serta seluruh tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Ledokombo yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi administrasi, tetapi juga wadah konsolidasi lintas sektor untuk memastikan seluruh data kematian yang tercatat di setiap desa benar-benar akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi riil di lapangan. Akurasi data tersebut dinilai sangat penting karena menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan, pelayanan sosial, hingga perencanaan kependudukan.
Dalam sambutannya, Camat Ledokombo Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni menegaskan bahwa kualitas pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki pemerintah. Oleh karena itu, setiap laporan yang disusun harus memiliki tingkat validitas yang tinggi agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
"Data adalah fondasi dalam setiap pengambilan keputusan. Ketika data yang kita miliki akurat, maka kebijakan yang diambil juga akan tepat sasaran. Sebaliknya, data yang tidak valid dapat menyebabkan program pembangunan tidak efektif. Karena itu saya mengajak seluruh tenaga kesehatan dan pemerintah desa untuk terus memperkuat koordinasi serta meningkatkan ketelitian dalam proses pendataan," tegas Nino.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang selama ini tidak hanya memberikan pelayanan medis kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam penyediaan data kesehatan yang berkualitas.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan berbasis data.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Ledokombo dr. Andy Maulana menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan di wilayah Kecamatan Ledokombo.
Menurutnya, data kematian memiliki nilai strategis karena dapat digunakan untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat, mengidentifikasi penyebab kematian yang dominan, hingga menjadi dasar dalam menyusun program promotif dan preventif agar angka kematian dapat ditekan secara berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan seluruh proses pencatatan berjalan sesuai standar. Setiap data yang masuk harus diverifikasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Dengan data yang valid, pemerintah akan lebih mudah menentukan prioritas program kesehatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat," ujar dr. Andy Maulana.
Selama kegiatan berlangsung, peserta melakukan pembahasan terhadap hasil pendataan dari masing-masing desa, mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemui dalam proses pelaporan, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas data kesehatan di masa mendatang.
Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan berbagai masukan dari tenaga kesehatan yang sehari-hari melakukan pendampingan dan pelayanan langsung kepada masyarakat. (yus)