Warga Adukan Sumur Mengering, BPBD Jember Turun Cek Langsung: Air Bersih Masih Tersedia
- 15 September 2026
- Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
Warga Adukan Sumur Mengering, BPBD Jember Turun Cek Langsung: Air Bersih Masih Tersedia
JEMBER, 15 SEPTEMBER 2026 – Aduan warga terkait kesulitan air bersih di Jalan Sultan Agung, Dusun Krajan, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Jember, langsung ditindaklanjuti BPBD Kabupaten Jember. Hasil asesmen di lapangan menunjukkan kondisi belum masuk kategori krisis air bersih karena warga masih dapat mengakses dua sumber air alternatif.
Asesmen tersebut dilakukan pada Selasa, 15 September 2026, sebagai tindak lanjut laporan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e. Dalam laporan tersebut, warga mengajukan permohonan bantuan dropping air bersih karena sumur di wilayah RT 04/RW 03 mengalami persoalan ketersediaan air.
Tim BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Arjasa, perangkat desa dan pelapor, tim bersama-sama menuju wilayah yang dilaporkan mengalami kesulitan air.
Petugas kemudian melakukan asesmen dengan mengecek kondisi sumur, kamar mandi serta kran air milik warga. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi ketersediaan air di lingkungan masyarakat.
Dari hasil pengecekan, BPBD menemukan masih terdapat dua sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan warga. Kedua sumber tersebut berada sekitar 450 meter dari permukiman, yakni sumur bor Masjid Al Baitul Latif dan sumur bor Bobin.
Hady Mulyono, S.T., Pejabat Fungsional Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, mengatakan hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan masyarakat masih memiliki akses terhadap sumber air sehingga bantuan dropping belum menjadi kebutuhan mendesak.
“Setelah dilakukan pengecekan langsung, warga masih dapat memperoleh air dari dua sumber yang tersedia. Karena itu, untuk saat ini kebutuhan air bersih masih dapat dipenuhi secara mandiri,” ujar Hady.
Sebelumnya, warga melaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Upaya pengeboran sumur juga telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil karena sumber air belum ditemukan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena apabila sumber air alternatif yang saat ini digunakan warga mengalami penurunan debit, akses masyarakat terhadap kebutuhan air sehari-hari berpotensi semakin sulit.
Meski belum diperlukan distribusi air bersih, BPBD Jember merekomendasikan agar kondisi wilayah tersebut tetap dipantau secara berkala. Pemerintah desa juga diminta menyiapkan alternatif pemenuhan air bersih apabila debit sumber yang ada mulai menurun.
Apabila kondisi di lapangan semakin parah dan sumber air yang tersedia tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, dropping air bersih dapat dilakukan sebagai langkah penanganan berikutnya.
Respons BPBD terhadap laporan tersebut menunjukkan bahwa setiap aduan terkait kekeringan perlu diverifikasi melalui asesmen lapangan. Dengan pengecekan langsung, bantuan dapat diberikan berdasarkan kondisi riil dan tingkat kebutuhan masyarakat.
Kegiatan asesmen selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Seluruh proses berlangsung aman dan tanpa kendala, dengan melibatkan BPBD Jember, Kecamatan Arjasa, perangkat desa dan warga.
Untuk sementara, warga di RT 04/RW 03 masih dapat memenuhi kebutuhan air bersih dengan mengambil air dari dua sumur bor yang tersedia. Namun, pemantauan tetap diperlukan mengingat musim kemarau masih berlangsung dan kondisi sumber air dapat berubah sewaktu-waktu. (bob)