logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Warga Kranjingan Antusias Tanya Program UHC dan BPJS Kesehatan pada Bunga Desaku Mini

  • 19 Juni 2026
  • Dibaca 94 Kali
Bagikan Via:
warga-kranjingan-antusias-tanya-program-uhc-dan-bpjs-kesehatan-pada-bunga-desaku-mini-20260619

Warga Kranjingan Antusias Tanya Program UHC dan BPJS Kesehatan pada Bunga Desaku Mini

JEMBER, 19 JUNI 2026 - Sosialisasi program kesehatan menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian masyarakat dalam kegiatan Bunga Desaku Mini yang digelar di Pendopo Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kamis, 18 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut, warga memanfaatkan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperoleh penjelasan langsung terkait program Universal Health Coverage (UHC) dan layanan BPJS Kesehatan.

Diskusi dipandu oleh Kepala Puskesmas Gladak Pakem, dr. Tunsiah, yang memberikan pemaparan mengenai berbagai kemudahan layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat melalui program pemerintah.

Dalam sesi dialog, salah seorang warga, Sumiati, menyampaikan pertanyaan yang mewakili keresahan banyak peserta terkait status kepesertaan BPJS Kesehatan yang memiliki tunggakan iuran.

“Kalau sebelumnya kami memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan, apakah masih bisa didaftarkan melalui program UHC? Dan apabila belum mampu melunasi tunggakan tersebut, apakah kami tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan ketika berobat?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Tunsiah menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir apabila membutuhkan pelayanan kesehatan. Menurutnya, pemerintah terus berupaya memastikan seluruh warga tetap memperoleh akses layanan kesehatan yang layak.

“Bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan, saat ini terdapat kebijakan yang memungkinkan penyelesaian tunggakan dilakukan secara bertahap atau dicicil sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya di hadapan peserta.

Ia menambahkan bahwa masyarakat yang memenuhi persyaratan juga dapat didaftarkan melalui program UHC sehingga tetap bisa memperoleh pelayanan kesehatan saat dibutuhkan.

“Yang terpenting, masyarakat jangan takut untuk berobat. Ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, tetap akan dilayani terlebih dahulu. Urusan administrasi dan mekanisme penyelesaian tunggakan dapat mengikuti ketentuan yang berlaku setelahnya,” ujarnya.

Penjelasan tersebut disambut positif oleh peserta yang hadir. Banyak warga mengaku lebih memahami mekanisme pelayanan kesehatan setelah mendapatkan informasi langsung dari pihak puskesmas.

Tunsiah juga mengimbau masyarakat untuk segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan atau petugas terkait apabila mengalami kendala administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, solusi yang tepat dapat segera diberikan tanpa menghambat akses layanan kesehatan.

Kegiatan Bunga Desaku Mini pun menjadi ruang edukasi yang efektif bagi masyarakat untuk memahami berbagai program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan. Melalui dialog terbuka tersebut, pemerintah berharap semakin banyak warga yang mengetahui hak dan kemudahan akses layanan kesehatan sehingga tidak ragu untuk mendapatkan pelayanan ketika membutuhkan.

Dengan adanya sosialisasi dan diskusi langsung bersama tenaga kesehatan, masyarakat Kranjingan diharapkan semakin memahami manfaat program UHC serta mekanisme kepesertaan BPJS Kesehatan, sehingga tujuan mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah diakses oleh seluruh warga dapat tercapai. (sya)

Galeri Foto