TP-PKK Kecamatan Ledokombo Gencarkan Program Lobak, Perkuat Komitmen Bersama Cegah Perkawinan Anak
- 30 Mei 2026
- Dibaca 423 Kali
Bagikan Via:
TP-PKK Kecamatan Ledokombo Gencarkan Program Lobak, Perkuat Komitmen Bersama Cegah Perkawinan Anak
JEMBER, 30 MEI 2026 – Upaya pencegahan perkawinan anak terus menjadi perhatian serius di Kecamatan Ledokombo. Melalui program Ledokombo Bebas Perkawinan Anak (Lobak), Tim Penggerak PKK Kecamatan Ledokombo menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, lembaga pendidikan, hingga para pelajar.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di aula Kecamatan Ledokombo tersebut dihadiri oleh Camat Ledokombo Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., Ketua TP-PKK Kecamatan Ledokombo Sultanah Zahariah, S.Keb., M.Si., Koordinator Bidan Puskesmas Ledokombo Erin, Amd.Keb., Koordinator PLKB Kecamatan Ledokombo Hery Surahmad, S.Pd., Kepala KUA Kecamatan Ledokombo Satibi, para kepala sekolah SMP/MTs se-Kecamatan Ledokombo, serta perwakilan siswa-siswi dari masing-masing sekolah.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai persatuan dan komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang berkualitas. Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi melalui sambutan Camat Ledokombo.
Dalam sambutannya, Camat Ledokombo Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si. menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, perkawinan usia anak memiliki dampak yang sangat luas, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, sosial, maupun ekonomi keluarga.
"Anak-anak harus diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk menempuh pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Perkawinan yang terjadi pada usia anak berpotensi menghambat cita-cita mereka serta meningkatkan berbagai risiko sosial dan kesehatan. Oleh karena itu, program Lobak menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar mampu melindungi generasi muda dari praktik perkawinan anak," ujar Nino.
Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah, guru, orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam memberikan edukasi kepada anak-anak serta melakukan pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program pencegahan perkawinan anak sangat ditentukan oleh keterlibatan seluruh pihak.
Memasuki sesi pemaparan materi, Ketua TP-PKK Kecamatan Ledokombo Sultanah Zahariah, S.Keb., M.Si. sebagai narasumber pertama menjelaskan pentingnya membangun kesadaran sejak dini mengenai hak-hak anak dan pentingnya perencanaan masa depan. Ia menuturkan bahwa perkawinan anak tidak hanya berdampak pada putusnya pendidikan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial di kemudian hari.
Dalam paparannya, Sultanah Zahariah menekankan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk pola pikir dan karakter anak. Oleh sebab itu, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak harus terus dibangun agar anak memperoleh ruang untuk menyampaikan aspirasi, permasalahan, serta rencana masa depannya.
"Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pendidikan, kesehatan, dan perkembangan psikologisnya. Kita ingin anak-anak Ledokombo menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan mampu meraih cita-cita tanpa harus terjebak dalam perkawinan usia dini," jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Bidan Puskesmas Ledokombo Erin, Amd.Keb. menyampaikan materi terkait dampak kesehatan akibat perkawinan dan kehamilan pada usia anak. Ia menjelaskan bahwa secara medis, tubuh remaja belum sepenuhnya siap untuk menjalani proses kehamilan dan persalinan sehingga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap komplikasi kesehatan bagi ibu maupun bayi.
Selain itu, Erin juga mengedukasi para peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja, pola hidup sehat, serta pemahaman yang benar mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga. Menurutnya, peningkatan literasi kesehatan reproduksi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya perkawinan anak.
Materi berikutnya disampaikan oleh Koordinator PLKB Kecamatan Ledokombo Hery Surahmad, S.Pd. yang menyoroti pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa remaja perlu memiliki visi masa depan yang jelas, termasuk dalam hal pendidikan, karier, dan kesiapan berkeluarga.
Menurut Hery, pembangunan keluarga berkualitas harus dimulai dari kesiapan individu yang matang, baik secara fisik, mental, sosial, maupun ekonomi. Oleh karena itu, edukasi mengenai pendewasaan usia perkawinan perlu terus disampaikan kepada para remaja sebagai bagian dari upaya menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh para siswa maupun perwakilan sekolah. Berbagai pertanyaan seputar dampak perkawinan anak, kesehatan reproduksi remaja, hingga strategi menghadapi tekanan lingkungan sosial menjadi topik diskusi yang mendapat perhatian peserta.
Sebagai penutup, doa dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Ledokombo, Satibi, yang memohon keberkahan serta kemudahan dalam mewujudkan komitmen bersama untuk melindungi anak-anak dari praktik perkawinan usia dini. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan sinergi dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung program Lobak.
Melalui kegiatan ini, TP-PKK Kecamatan Ledokombo berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya perkawinan anak sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan yang lebih ramah anak. Program Lobak diharapkan menjadi gerakan bersama yang mampu melahirkan generasi Ledokombo yang sehat, berpendidikan, berdaya saing, serta siap menyongsong masa depan yang lebih cerah. (yus)