Gus Fawait: MPLS Jember Tahun Ini Bebas Titipan dan Pungli
- 17 Juli 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Gus Fawait: MPLS Jember Tahun Ini Bebas Titipan dan Pungli
JEMBER, 17 JULI 2026 – Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan komitmennya menciptakan sistem pendidikan yang bersih, adil, dan berpihak kepada seluruh masyarakat. Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, ia memastikan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam penerimaan peserta didik baru maupun pungutan di luar ketentuan selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan MPLS di SMP Negeri 1 Jember, Jumat, 17 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Fawait mengingatkan seluruh kepala sekolah agar menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan tidak membebani peserta didik maupun orang tua.
Menurutnya, integritas menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan di Kabupaten Jember. Karena itu, seluruh proses penerimaan siswa baru harus berjalan secara transparan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
“Saya ingin memastikan bahwa tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam penerimaan siswa baru, baik tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya. Selain itu, tidak boleh ada pungutan di luar aturan yang telah disepakati bersama. Jangan sampai masyarakat, terutama keluarga yang kurang mampu, justru terbebani ketika menyekolahkan anaknya di sekolah negeri,” tegas Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc.
Fawait juga meminta pelaksanaan MPLS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum membangun karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar siswa sejak hari pertama masuk sekolah. Ia berharap seluruh sekolah di semua jenjang mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, humanis, serta bebas dari praktik yang merugikan peserta didik.
Pada kesempatan yang sama, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP., MM., yang turut menghadiri kegiatan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap arahan Bupati Jember. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus diawali dengan tata kelola yang bersih dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kami mendukung penuh arahan Bapak Bupati. Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi siswa dan orang tua. Sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, sekolah, dan masyarakat sangat penting agar proses pendidikan berjalan transparan, bebas pungutan liar, serta mampu melahirkan generasi Jember yang berkarakter dan berprestasi,” ujar Deni Hadiatullah, S.IP., MM.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Jember memperluas akses pendidikan melalui berbagai program, mulai dari beasiswa bagi mahasiswa hingga penguatan Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu. Dengan tata kelola pendidikan yang bersih dan pemerataan akses belajar, Pemkab Jember berharap setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik tanpa terkendala persoalan ekonomi maupun praktik-praktik yang mencederai dunia pendidikan. (sar)