logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Warga Slawu Jember Keluhkan Air Sulit Mengalir, BPBD Temukan Pipanisasi Tersumbat

  • 04 September 2026
  • Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
warga-slawu-jember-keluhkan-air-sulit-mengalir-bpbd-temukan-pipanisasi-tersumbat-20260905

Warga Slawu Jember Keluhkan Air Sulit Mengalir, BPBD Temukan Pipanisasi Tersumbat

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Keluhan warga terkait kesulitan mendapatkan air bersih di Jalan Manyar RT 02/RW 06, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melalui asesmen langsung di lapangan, Jumat, 04 September 2026.

Keluhan tersebut disampaikan warga melalui kanal Wadul Gus e. Pelapor, Himatuh Suriyah, menyampaikan bahwa selama sekitar satu pekan warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan memperoleh air. Aliran air disebut terkadang hidup dan terkadang mati, sehingga sebagian warga bahkan harus pergi ke sungai untuk mandi dan mencuci pakaian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 16.00 WIB dan tiba sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan RT setempat sebelum melakukan pemeriksaan terhadap kondisi yang dikeluhkan warga.

TRC juga menemui pelapor dan melakukan pengecekan langsung ke rumahnya. Pemeriksaan dilakukan terhadap sumur warga, jaringan pipanisasi, serta keran air yang menjadi akses utama masyarakat untuk memperoleh air.

Dari hasil asesmen, kondisi ketersediaan air secara umum di wilayah Jalan Manyar X RT 02/RW 06 masih tergolong aman. Petugas masih menemukan ketersediaan air di kamar mandi warga dan kondisi sumur milik masyarakat yang masih mencukupi.

Namun, persoalan yang dialami pelapor ternyata bukan disebabkan oleh kekeringan. Petugas menemukan adanya penyumbatan pada jaringan pipanisasi yang mengalir menuju rumah pelapor.

Penyumbatan tersebut menyebabkan volume air yang masuk ke rumah pelapor menjadi sangat kecil. Kondisi ini kemudian membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan memunculkan anggapan bahwa wilayah tersebut mengalami kekeringan.

TRC BPBD Jember, Nanang Ahmad Fauzi, S.Si., mengatakan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa persoalan utama berada pada jaringan pipanisasi, bukan karena ketersediaan sumber air yang habis.

“Setelah dilakukan pengecekan, secara umum ketersediaan air di wilayah tersebut masih aman. Kendalanya berada pada saluran pipanisasi yang tersumbat sehingga aliran air menuju rumah pelapor menjadi sangat kecil,” ujar Nanang.

Menurutnya, asesmen langsung diperlukan agar penanganan yang diberikan sesuai dengan penyebab permasalahan. Dengan demikian, persoalan teknis pada jaringan air dapat segera diperbaiki tanpa harus menunggu kondisi berkembang menjadi lebih parah.

“Setiap laporan masyarakat perlu dilihat kondisi sebenarnya di lapangan. Dalam kasus ini, permasalahannya lebih kepada gangguan pada jaringan pipanisasi,” jelasnya.

Menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, Ketua Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) setempat akan melakukan perbaikan terhadap jaringan pipanisasi yang mengalami penyumbatan menuju rumah pelapor.

BPBD Jember juga memberikan edukasi kepada warga mengenai kondisi kekeringan dan pentingnya memahami penyebab gangguan air sebelum menyimpulkan suatu wilayah mengalami bencana kekeringan.

Selain penanganan jaringan yang bermasalah, BPBD merekomendasikan agar laporan tersebut diteruskan kepada Camat Patrang untuk menjadi perhatian dalam pengelolaan HIPAM di wilayah Kelurahan Slawu.

Bagi masyarakat, perbaikan jaringan pipanisasi diharapkan dapat mengembalikan kelancaran aliran air ke rumah warga sehingga kebutuhan sehari-hari tidak lagi terganggu.

Kegiatan asesmen selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Seluruh proses berjalan aman dan lancar tanpa kendala. BPBD Jember bersama RT/RW, Ketua HIPAM, dan masyarakat terus melakukan koordinasi agar persoalan distribusi air di wilayah tersebut dapat segera ditangani. (bob)

Galeri Foto