Wayang Ringgit Purwa Semarakkan Tahun Baru Islam, Perkuat Syiar dan Pelestarian Budaya
- 29 Juni 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
Wayang Ringgit Purwa Semarakkan Tahun Baru Islam, Perkuat Syiar dan Pelestarian Budaya
JEMBER, 29 JUNI 2026 – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, dikemas berbeda. Pemerintah Desa Kesilir menggelar pagelaran Wayang Ringgit Purwa di Balai Desa Kesilir, Rabu, 24 Juni 2026 malam. Kegiatan tersebut menjadi upaya memadukan syiar Islam dengan pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Pagelaran yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri jajaran Muspika Wuluhan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wuluhan, Koordinator Balai KB Wuluhan, Kepala Desa Kesilir beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.
Kepala Desa Kesilir, Sucipto, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum pergantian kalender Hijriah, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Menurutnya, seni wayang dipilih karena memiliki nilai edukatif sekaligus menjadi warisan budaya yang patut dijaga.
"Wayang Ringgit Purwa bukan sekadar hiburan masyarakat, tetapi juga media yang menyampaikan pesan moral, keteladanan, dan kebijaksanaan. Kami berharap peringatan Tahun Baru Islam melalui kegiatan budaya seperti ini mampu mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa," ujar Sucipto.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Kesilir berkomitmen terus memberikan ruang bagi kegiatan seni dan budaya yang membawa manfaat bagi masyarakat. Selain melestarikan tradisi, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana membangun karakter generasi muda agar tetap mengenal nilai-nilai luhur budaya Indonesia.
Camat Wuluhan, Hanifah, S.Pt., M.Si., mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Kesilir yang menghadirkan peringatan Tahun Baru Islam melalui pendekatan budaya. Menurutnya, pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan apabila dikemas secara positif dan edukatif.
"Semangat hijrah hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kepedulian sosial, menjaga kerukunan, serta memperkuat persatuan. Pagelaran wayang seperti ini menjadi contoh bahwa budaya dapat menjadi media edukasi sekaligus memperkokoh identitas masyarakat," katanya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang pertunjukan berlangsung. Selain menjadi hiburan rakyat, setiap lakon yang dipentaskan memuat pesan tentang kejujuran, tanggung jawab, kepemimpinan, dan pentingnya menjaga persatuan.
Pemerintah Desa Kesilir berharap pagelaran Wayang Ringgit Purwa dapat terus menjadi agenda tahunan dalam peringatan Tahun Baru Islam. Selain memperkuat syiar keagamaan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian budaya lokal serta mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. (riz)