80 Ribu Liter Sudah Dikirim, 85 KK di Silo Jember Masih Hadapi Krisis Air
- 10 September 2026
- Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
80 Ribu Liter Sudah Dikirim, 85 KK di Silo Jember Masih Hadapi Krisis Air
JEMBER, 10 SEPTEMBER 2026 – Ketiadaan jaringan pipanisasi membuat 85 kepala keluarga (KK) di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, harus mengandalkan sumber air alternatif dan bantuan distribusi selama musim kemarau. Kondisi semakin berat setelah sumur warga yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari mulai mengering.
Wilayah yang terdampak berada di RT 01 dan RT 02 RW 07. Sebanyak 45 KK di RT 01 dan 40 KK di RT 02 tercatat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Persoalan tersebut telah berlangsung sejak Juli 2026. Di wilayah RW 07, jaringan pipanisasi belum tersedia sehingga masyarakat sangat bergantung pada sumur. Namun, kemarau membuat sumur warga dengan kedalaman sekitar 15 meter tidak lagi menghasilkan air.
Kondisi ini membuat pemenuhan kebutuhan air bersih warga tidak bisa hanya mengandalkan sumber air yang tersedia di sekitar permukiman. Untuk mendapatkan air dari sungai terdekat, warga harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer.
Sebagai langkah penanganan sementara, BPBD Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih pada Kamis (10/9/2026). Distribusi tersebut merupakan penyaluran ke-16 di lokasi terdampak.
Tim BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 12.00 WIB dan tiba satu jam kemudian. Setelah melakukan koordinasi dengan perangkat RT/RW dan masyarakat, petugas mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke sejumlah titik penampungan yang telah disiapkan.
Penyaluran air dibagi ke lima titik tandon. Di RT 01/RW 07, dua tandon disiapkan untuk melayani masing-masing sekitar 25 KK dan 20 KK. Sementara di RT 02/RW 07 terdapat tiga titik tandon yang diperuntukkan bagi sekitar 15 KK, 15 KK, dan 10 KK.
Untuk memperkuat sistem penampungan, BPBD Jember telah menyediakan empat tandon berkapasitas 1.200 liter dan satu tandon lama berkapasitas sekitar 2.200 liter. Sebanyak 20 jeriken bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur juga telah diberikan kepada masyarakat untuk menunjang pemanfaatan air bersih.
Iqbal Fathoni, narahubung TRC BPBD Jember, mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan air warga tidak hanya bersifat sementara karena sumber air utama mereka mengalami penurunan akibat kemarau.
“Karena di wilayah ini belum tersedia pipanisasi, warga selama ini mengandalkan sumur. Ketika sumur mulai kering, pemenuhan air bersih menjadi lebih sulit sehingga distribusi perlu dilakukan secara berkala,” kata Iqbal.
Dengan distribusi terbaru sebanyak 5.000 liter tersebut, total bantuan air bersih yang telah disalurkan hingga 10 September 2026 mencapai 80.000 liter.
BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali selama kebutuhan masih berlangsung. Selain penanganan melalui distribusi, kondisi tersebut juga menunjukkan pentingnya solusi jangka panjang untuk memperkuat akses air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang belum memiliki jaringan pipanisasi.
Petugas juga mengimbau warga agar menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan pokok selama musim kemarau. Kegiatan distribusi berlangsung aman dan lancar dengan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Destana, RT/RW, warga, serta unsur media.
Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 15.30 WIB, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat tertangani selama musim kemarau. (bob)