Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Jember, 191 KK Terdampak
- 29 Januari 2026
- Dibaca 1181 Kali
Bagikan Via:
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Jember, 191 KK Terdampak
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember pada Rabu, 28 Januari 2026, kembali memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Peristiwa ini terjadi sejak sore hingga malam hari, tepatnya antara pukul 16.00 WIB hingga 20.10 WIB, dan berdampak pada kawasan perkotaan maupun wilayah pinggiran. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, banjir melanda tiga kecamatan, sementara tanah longsor terjadi di dua kecamatan. Hingga laporan terakhir disusun, hujan masih turun dan potensi bencana susulan masih perlu diwaspadai.
Bencana banjir tercatat berdampak pada Kecamatan Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates dengan total terdampak mencapai 191 kepala keluarga. Di Kecamatan Sumbersari, banjir luapan menggenangi sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Bengawan Solo, Jalan Sumatra Gumuk Kerang, Jalan Kaliurang, Jalan Mastrip Gang 9, Jalan Karimata, hingga kawasan Tegal Boto Lor dan Jalan Jawa. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter, menyebabkan puluhan sepeda motor mati dan aktivitas warga serta pelaku UMKM terganggu. Selain itu, satu ruko, satu rumah kos dengan enam kamar, serta puluhan rumah warga turut terdampak genangan air.
Di Kecamatan Patrang, banjir melanda Kelurahan Patrang dan Kelurahan Jember Lor. Genangan air masuk ke rumah warga di Jalan Nanas Gang 3 dan Jalan Srikoyo Gang Jeruk dengan total terdampak puluhan kepala keluarga, termasuk lansia dan balita. Perumahan Pesona Riverside menjadi salah satu lokasi terparah dengan ketinggian air mencapai 70 hingga 100 sentimeter, sehingga dilakukan evakuasi terhadap warga dewasa dan bayi. Sementara itu, di Kecamatan Kaliwates, banjir menggenangi Lingkungan Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, serta Kelurahan Kepatihan dengan total puluhan kepala keluarga terdampak.
Selain banjir, hujan deras juga memicu terjadinya tanah longsor di Kecamatan Arjasa dan Patrang. Di Kelurahan Kemuninglor, Kecamatan Arjasa, longsor terjadi di area persawahan dan menutup saluran irigasi, meskipun kondisi saat ini dilaporkan aman dan warga telah melakukan kerja bakti. Sementara di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, longsor menimpa satu rumah warga serta merusak jalan desa dan akses menuju SMP Negeri 15. Beruntung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut.
BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari koordinasi lintas sektor, asesmen lapangan, pembersihan gorong-gorong, hingga evakuasi warga terdampak. Tim Reaksi Cepat BPBD hingga pukul 21.00 WIB masih siaga melakukan pemantauan mengingat hujan ringan masih turun. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan longsor, serta mendorong pemerintah desa dan kelurahan untuk melakukan kerja bakti membersihkan saluran air guna meminimalkan risiko bencana lanjutan.