ABK HILANG SAAT MELAUT DI PERAIRAN PUGER, TIM SAR GABUNGAN MASIH LAKUKAN PENCARIAN
- 28 Juli 2025
- Dibaca 1060 Kali
Bagikan Via:
ABK HILANG SAAT MELAUT DI PERAIRAN PUGER, TIM SAR GABUNGAN MASIH LAKUKAN PENCARIAN
Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Muhammad Hasim Shodiq, berusia 53 tahun, warga Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, dilaporkan hilang saat melaut di sekitar perairan Pulau Nusabarung, Kecamatan Puger. Kejadian ini terjadi pada Jumat malam, 25 Juli 2025, dan hingga Minggu, 27 Juli 2025, korban masih belum ditemukan.
Kronologi kejadian berawal ketika korban bersama 22 ABK lainnya berangkat melaut menggunakan kapal jenis payang bernama BARU JAYA pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB dari Pelabuhan Puger. Kapal yang dinakhodai oleh Ismail (41), warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, bergerak ke arah selatan menuju sekitar Pulau Nusabarung untuk mencari ikan. Namun, pada Sabtu dini hari pukul 03.00 WIB, saat kapal hendak kembali dan bersandar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, diketahui bahwa satu orang ABK tidak berada di atas kapal, yakni Muhammad Hasim Shodiq.
Menurut laporan resmi yang diterima oleh Satpolairud Polres Jember dari nahkoda kapal, korban diduga terjatuh ke laut saat proses penangkapan ikan. Saat dilakukan pengecekan oleh petugas, ditemukan beberapa barang milik korban seperti satu timba berisi pakaian dan minuman, serta alat bantu pernapasan (inhaler), yang menguatkan dugaan korban memiliki riwayat sesak napas. Dugaan sementara menyatakan bahwa korban bisa saja mengalami gangguan kesehatan saat berada di atas kapal sehingga terjatuh ke laut tanpa diketahui ABK lain.
Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian pada Minggu, 27 Juli 2025. Tim yang terdiri dari unsur BPBD Jember, Basarnas, Satpolairud, Pos AL Puger, LPBI NU Wuluhan, Siluman Rescue, Brandal Alas, Korek UNEJ, Jember Bergerak, serta masyarakat dan nelayan setempat, memulai pencarian dari Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, sejak pukul 08.59 WIB. Setibanya di lokasi pukul 11.01 WIB, tim segera melakukan koordinasi, distribusi logistik, dan dokumentasi sebelum memulai operasi pencarian.
Tim SAR dibagi menjadi dua regu (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Pancer dan Pantai Cemara menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran laut menggunakan kapal nelayan BARU JAYA, kapal yang sama digunakan saat kejadian. Tim BPBD juga memberikan bantuan logistik berupa 1 dus biskuit untuk mendukung kelancaran operasi.
Namun hingga Minggu, 27 Juli 2025 pukul 16.35 WIB, korban belum ditemukan. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada keesokan harinya. Kendala utama dalam proses pencarian adalah tingginya ombak di perairan Puger, yang menyulitkan penggunaan perahu LCR untuk pencarian lebih lanjut di tengah laut.
Pihak BPBD Jember mengimbau kepada masyarakat dan para relawan untuk tetap waspada dan saling berkoordinasi, serta segera menghubungi BPBD atau BASARNAS jika menemukan petunjuk atau keberadaan korban. Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja bagi para nelayan, terutama yang memiliki kondisi kesehatan khusus.