logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Banjir Bandang Terjang Pakis–Pecoro Jember, Satu Warga Tewas dan Puluhan Rumah Terdampak

  • 04 Februari 2026
  • Dibaca 3677 Kali
Bagikan Via:
banjir-bandang-terjang-pakis-pecoro-jember-satu-warga-tewas-dan-puluhan-rumah-terdampak-20260204

Banjir Bandang Terjang Pakis–Pecoro Jember, Satu Warga Tewas dan Puluhan Rumah Terdampak

Banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (2/2/2026) malam, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur kawasan hulu Sungai Badean. Peristiwa tersebut berdampak signifikan pada Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji, dengan kerusakan rumah warga, pengungsian penduduk, hingga menelan satu korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember langsung melakukan penanganan darurat sejak informasi awal diterima pada pukul 19.30 WIB. Update penanganan disampaikan BPBD pada Selasa (3/2/2026) pukul 17.00 WIB.

Di Kecamatan Panti, banjir bandang menerjang Desa Pakis, khususnya Dusun Pertelon RT 07 RW 02, yang berada di bantaran sungai. Sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dapur akibat tergerus arus banjir bercampur lumpur dan material kayu. Salah satu korban terdampak, Yuliatin (37), terpaksa mengungsi bersama lima anggota keluarganya ke rumah kerabat di Dusun Gluduk. Selain itu, rumah milik Madruji (51) dan Samad (65) juga mengalami kerusakan dapur serta kandang ternak, sementara beberapa rumah lainnya terendam lumpur setinggi sekitar 15 sentimeter.

Tragedi paling memilukan terjadi ketika seorang warga bernama Wahid (52), staf Seksi Pelum Kecamatan Panti sekaligus mantan Sekretaris Desa Pakis, terseret arus banjir saat kejadian. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Polairud, relawan, dan masyarakat melakukan pencarian intensif sejak malam kejadian. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (3/2/2026) pukul 15.01 WIB di aliran Sungai Puger Wetan, Kecamatan Puger. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, di Kecamatan Rambipuji, banjir berdampak pada Dusun Tembelang, Desa Pecoro, dengan dua rumah warga terendam banjir lumpur setinggi sekitar 40 sentimeter. Selain itu, barongan bambu berukuran besar roboh dan melintang di aliran sungai, menghambat aliran air dan meningkatkan risiko luapan. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas PUPR langsung menerjunkan alat berat ke Jembatan Tembelang untuk melakukan pembersihan material. Hingga Selasa sore, progres pembersihan dilaporkan telah mencapai sekitar 50 persen.

Dalam penanganan pascabencana, BPBD Kabupaten Jember berkoordinasi dengan berbagai instansi dan relawan untuk membersihkan akses jalan, rumah, dan halaman warga menggunakan pompa air. Dinas Sosial menyalurkan logistik serta mendirikan dapur mandiri yang menyiapkan 300 paket nasi bungkus bagi warga terdampak dan petugas. Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan bagi warga di lokasi terdampak. Saat ini, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, meski tiga kepala keluarga masih mengungsi karena rumahnya berpotensi kembali terdampak.

BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Badean agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras di wilayah hulu. Pemerintah daerah juga merekomendasikan relokasi bagi warga yang rumahnya berada di zona rawan banjir bandang. Upaya lanjutan berupa pembersihan lanjutan, penyaluran bantuan, serta pemulihan pascabencana terus dilakukan secara bertahap demi memastikan keselamatan dan pemulihan warga terdampak.

Galeri Foto