logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

ACF Portable X-Ray Dekatkan Layanan Deteksi TBC ke Masyarakat Berisiko Tinggi

  • 22 Juni 2026
  • Dibaca 34 Kali
Bagikan Via:
acf-portable-x-ray-dekatkan-layanan-deteksi-tbc-ke-masyarakat-berisiko-tinggi-20260623

ACF Portable X-Ray Dekatkan Layanan Deteksi TBC ke Masyarakat Berisiko Tinggi

JEMBER, 22 JUNI 2026 – Upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif terus dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) dengan memanfaatkan Portable X-Ray, masyarakat berisiko tinggi TBC mendapatkan kesempatan melakukan pemeriksaan secara lebih mudah, cepat, dan tanpa biaya.

Kegiatan skrining yang dilaksanakan di Balai Desa Biting, Kecamatan Arjasa ini merupakan bagian dari Skrining Sistematis Tuberkulosis yang bertujuan mendeteksi kasus TBC sedini mungkin, terutama pada kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko seperti penderita diabetes melitus, HIV, batuk berkepanjangan, malnutrisi, sesak napas, maupun kontak erat dengan pasien TBC.

Dengan menghadirkan layanan pemeriksaan langsung di tingkat desa, masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh akses skrining kesehatan paru. Kehadiran teknologi Portable X-Ray juga memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan secara lebih praktis sehingga dapat menjangkau lebih banyak sasaran di wilayah yang membutuhkan.

Koordinator Lapangan kegiatan ACF dari STPI Pusat Jakarta, Faisol, menjelaskan bahwa pendekatan jemput bola menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan cakupan deteksi dini TBC di masyarakat.

“Kedepannya kami berharap masyarakat semakin mau datang memeriksakan diri. Kami berusaha mendekatkan layanan kepada masyarakat di berbagai wilayah, terutama yang sulit dijangkau. Melalui kegiatan ini, kami mengundang masyarakat agar dapat memeriksakan kondisi kesehatannya terkait TBC di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang bersedia mengikuti skrining, maka peluang menemukan kasus TBC lebih awal juga akan semakin besar. Hal tersebut penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah penularan penyakit di lingkungan sekitar.

Penanggung Jawab Program TBC Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Darmawan Eka Pradana, S.KM, menjelaskan bahwa masyarakat yang terjaring dalam kegiatan skrining akan mendapatkan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan yang diperoleh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap terduga TBC mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus memperkuat upaya pencegahan penularan di masyarakat.

“Secara alur, jika dari sasaran tersebut ditemukan terduga TBC maka akan diberikan tatalaksana standar mulai dari pemeriksaan rontgen, pemeriksaan dahak dengan TCM, dan pemeriksaan klinis lainnya. Setelah dinyatakan sebagai penderita TBC maka akan diberikan pengobatan standar TBC. Jika mereka kontak serumah penderita TBC dan bukan sakit TBC maka dari hasil tersebut langsung diberikan TPT (Terapi Pencegahan TBC),” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan lanjutan dan pemberian terapi pencegahan merupakan bagian penting dalam strategi pengendalian TBC. Selain membantu menemukan kasus secara dini, langkah tersebut juga bertujuan mencegah munculnya kasus baru pada kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular penyakit.

Pelaksanaan skrining ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu peserta, Eva Sofiatul Karimah, mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan yang dilaksanakan dekat dengan tempat tinggalnya.

“Skrining TBC gratis untuk masyarakat ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mengetahui penyakit TBC sejak dini sehingga penanganannya bisa lebih cepat. Pemeriksaan yang dilaksanakan di Balai Desa Biting juga lebih mudah diakses, sehingga kami tidak perlu mengantre di rumah sakit. Selain itu, layanan ini gratis sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan biaya pemeriksaan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ACF dengan Portable X-Ray ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan skrining TBC, khususnya mereka yang memiliki faktor risiko. Deteksi dini menjadi langkah penting dalam memutus rantai penularan sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan melalui pengobatan yang lebih cepat dan tepat. Dengan semakin dekatnya akses layanan kesehatan ke masyarakat, upaya pengendalian TBC dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh. (ken)

Galeri Foto