AFC 2026 Antirogo Sukses, Gotong Royong dan Kebersamaan Warga Jadi Kunci
- 11 September 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
AFC 2026 Antirogo Sukses, Gotong Royong dan Kebersamaan Warga Jadi Kunci
JEMBER, 11 SEPTEMBER 2026 – Antirogo Fashion Carnaval (AFC) 2026 yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI mendapat apresiasi dari jajaran pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat. Selain mampu menyajikan pertunjukan kreatif dan menghibur, kegiatan yang berlangsung 29 Agustus tersebut dinilai berhasil menjaga ketertiban serta memperkuat semangat gotong royong warga Kelurahan Antirogo.
Apresiasi itu mengemuka dalam acara tasyakuran sekaligus pembubaran panitia AFC 2026 di Pendopo Kelurahan Antirogo, Kamis, 10 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya tugas kepanitiaan sekaligus momentum untuk memberikan penghargaan kepada peserta dan seluruh pihak yang terlibat.
Ketua Panitia AFC 2026 Arif Wibowo mengatakan, keberhasilan kegiatan tidak lepas dari sinergi berbagai unsur masyarakat. Mulai panitia, Muspika Kecamatan Sumbersari, Bhabinkamtibmas, Babinsa, ketua RW dan RT, relawan, peserta hingga masyarakat.
"Kesuksesan AFC 2026 adalah buah dari sinergi dan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat Antirogo. Kepanitiaan ini hadir untuk membantu Pemerintah Kelurahan Antirogo dan sore ini tugas kepanitiaan resmi dibubarkan dengan rasa bangga," ujar Arif.
Kapolsek Sumbersari AKP Heri Supadmo turut mengapresiasi pelaksanaan AFC. Menurutnya, masyarakat mampu menghadirkan kegiatan yang meriah tanpa mengabaikan ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
Ia juga menyoroti pelaksanaan kegiatan yang tidak mengandalkan penggunaan sound horeg secara berlebihan. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas dan pelestarian budaya lokal.
Apresiasi serupa disampaikan perwakilan Danramil Sumbersari. Antusiasme warga dalam menyemarakkan HUT ke-81 RI dinilai menjadi kekuatan utama sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Sumbersari Eko Widodo, S.E., yang mewakili Camat Sumbersari, mengatakan keberhasilan AFC 2026 patut diapresiasi. Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
"Semangat gotong royong ini jangan berhenti sampai di sini. Mudah-mudahan terus menyala untuk agenda-agenda mendatang dan seterusnya," katanya.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jember Mufid juga memberikan perhatian terhadap potensi Kelurahan Antirogo. Ia menilai wilayah tersebut memiliki kekuatan sejarah, kreativitas serta karakter masyarakat yang mampu menjadi modal dalam mengembangkan berbagai kegiatan kemasyarakatan.
"Antirogo punya potensi dan nilai historis yang tiada dari wilayah lain. Komitmen dan kebersamaan masyarakatnya sangat luar biasa. Baru kali ini saya mengawal penuh AFC Antirogo dari pembukaan hingga penutupan," ujar Mufid.
Selain tasyakuran, panitia mengumumkan hasil penilaian AFC 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, yakni kekompakan, kreativitas, atraksi show, jumlah peserta dan keberagaman tema. Hasil penilaian dibacakan Andrik dalam acara tersebut.
Kategori Best Costume antara lain diraih Kanza Anindia Octavianus dari MI Miftahul Ulum, Garuda Wisnu dari MI Nuris, Kostum Ikan dari SMPN 14, Safira Kostum Garuda dari SDN Antirogo 04, Ikrom Garuda Kecil dari RW 012, Naga/Dokar dari MI Nuris, Agam JFC Leak dari PAUD Cattelya 60, Kereta Wayang dari SDN Antirogo 03, Gea/Adat Minang dari RW 003 serta Edi JFC Leak dari RW 003.
Untuk kategori PAUD/TK, juara pertama diraih PAUD Cattelya 60, disusul RA Tharim Noer dan PAUD Cattelya 62. Kategori SD/MI menempatkan MI Nuris sebagai juara pertama, MI Miftahul Ulum kedua dan SDN Antirogo 04 ketiga.
Kategori SLTP/SLTA menempatkan SMPN 14 sebagai juara pertama, MTs & SMP Nuris kedua dan SLTA/SMK/MA Nuris ketiga. Sementara kategori antar-RW, juara pertama diraih RW 002, RW 004 sebagai juara kedua dan RW 008 sebagai juara ketiga.
Berakhirnya AFC 2026 bukan sekadar menutup rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan. Bagi warga Antirogo, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas, budaya dan kebersamaan dalam satu panggung.
Semangat itu pula yang diharapkan terus menjadi modal warga Antirogo dalam menghadapi berbagai agenda berikutnya: bersama menjaga kebersamaan, menghidupkan kreativitas dan memperkuat gotong royong untuk Antirogo yang semakin maju. (dan)