Air Jadi Kunci, Jember Percepat Irigasi Perpompaan dan Perbaikan Jaringan untuk Jaga Produksi Pangan
- 07 Juni 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
Air Jadi Kunci, Jember Percepat Irigasi Perpompaan dan Perbaikan Jaringan untuk Jaga Produksi Pangan
JEMBER, 7 JUNI 2026 — Di balik tingginya produksi pertanian, ketersediaan air masih menjadi salah satu faktor yang paling menentukan. Lahan yang subur sekalipun akan sulit menghasilkan panen optimal apabila pasokan air tidak mencukupi. Karena itu, penguatan sistem irigasi menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pengembangan program Irigasi Perpompaan (Irpom) dan perbaikan jaringan irigasi yang dipaparkan dalam kegiatan Pro Guse Update sektor pertanian di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Sabtu, 6 Juni 2026).
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas pertanian tidak cukup hanya mengandalkan bantuan benih maupun alat dan mesin pertanian. Menurutnya, keberhasilan sektor pangan juga sangat dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur pendukung, terutama sistem pengairan yang menjadi kebutuhan dasar bagi aktivitas budidaya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, pada tahun 2026 Kabupaten Jember akan mendapatkan 100 unit Irigasi Perpompaan. Program tersebut ditujukan untuk membantu lahan pertanian yang selama ini mengalami keterbatasan akses air sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk kegiatan budidaya.
Menurut Fawait, Irpom merupakan salah satu instrumen penting untuk mendukung peningkatan luas panen. Kehadiran sarana tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan pengairan pada lahan-lahan yang selama ini sulit mendapatkan pasokan air.
"Irpom ini juga adalah salah satu tools atau cara untuk mengoptimalkan lahan dan memperluas luas panen kita. Yang awalnya susah diairi akan mudah diairi dengan adanya program Irpom," ujarnya.
Selain Irpom, pemerintah juga menyiapkan program pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Bahkan, terdapat sekitar 16 titik irigasi skala besar yang direncanakan mendapatkan perbaikan guna meningkatkan distribusi air ke lahan pertanian. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat fondasi sektor pertanian di Kabupaten Jember.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pemerintah daerah, salah satu penyebab melambatnya peningkatan produksi pertanian selama beberapa tahun terakhir adalah kondisi infrastruktur pertanian yang belum sepenuhnya memadai. Jaringan irigasi yang mengalami kerusakan atau tidak berfungsi optimal berdampak langsung terhadap produktivitas lahan dan pola tanam petani.
Dalam paparannya, Fawait mengungkapkan bahwa persoalan infrastruktur menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, berbagai upaya dilakukan, termasuk menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur pertanian.
"Hampir 70 persen infrastruktur pertanian kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja," katanya.
Pernyataan tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Jember bersama Dinas TPHP untuk memperkuat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pengairan. Dinas TPHP berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, mengusulkan program, serta melakukan pendampingan agar pelaksanaannya berjalan sesuai kebutuhan petani.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi musim kemarau yang dapat memengaruhi produksi pangan, penguatan sistem pengairan menjadi investasi penting bagi sektor pertanian. Melalui pembangunan Irpom dan perbaikan jaringan irigasi, Pemerintah Kabupaten Jember berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat, risiko kekurangan air dapat ditekan, dan keberlanjutan produksi pangan daerah tetap terjaga. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, upaya menjadikan Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur diharapkan semakin mudah diwujudkan. (fan)