Ancak Agung Jember Rawat Tradisi Syukur dan Gotong Royong Masyarakat
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 99 Kali
Bagikan Via:
Ancak Agung Jember Rawat Tradisi Syukur dan Gotong Royong Masyarakat
JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kecamatan Sumberjambe telah menyiapkan ancak untuk mengikuti kirab Ancak Agung dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Jember, Sabtu 22 Agustus 2026. Persiapan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan Kecamatan Sumberjambe dalam melestarikan tradisi yang memadukan nilai keagamaan, budaya, rasa syukur, dan semangat kebersamaan.
Ancak yang telah disiapkan Pemerintah Kecamatan Sumberjambe nantinya akan dibawa dalam kirab yang berlangsung siang ini. Bentuk ancak yang disusun menyerupai gunungan tersebut dihiasi dengan berbagai hasil bumi dan makanan, sehingga tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan kirab, tetapi juga memiliki makna simbolis yang erat dengan kehidupan masyarakat.
Dalam tradisi Ancak Agung, hasil bumi yang disusun menjadi gunungan menggambarkan rezeki yang diperoleh dari tanah dan hasil kerja masyarakat. Buah-buahan, sayuran, makanan, serta berbagai hasil lainnya ditempatkan secara bersama dalam sebuah ancak sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah SWT.
Tradisi ini juga memiliki pesan tentang berbagi. Setelah menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, hasil yang terdapat dalam ancak pada akhirnya dapat dinikmati dan dibagikan kepada masyarakat. Dengan demikian, ancak tidak hanya dipandang sebagai benda yang diarak, tetapi menjadi media untuk menyampaikan nilai syukur dan kepedulian kepada sesama.
Camat Sumberjambe, Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si., mengatakan Pemerintah Kecamatan Sumberjambe sengaja mempersiapkan ancak sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tradisi Ancak Agung yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kabupaten Jember.
“Pemerintah Kecamatan Sumberjambe sudah mempersiapkan ancak untuk mengikuti kirab siang ini. Bagi kami, ancak bukan sekadar gunungan yang akan dibawa dalam arak-arakan, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin ikut menjaga tradisi sekaligus menunjukkan bahwa nilai budaya dan keagamaan dapat berjalan bersama,” ujarnya.
Menurut Djoni, persiapan ancak juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali makna tradisi kepada generasi muda. Perkembangan zaman, kata dia, tidak seharusnya membuat masyarakat meninggalkan tradisi yang memiliki nilai positif.
“Tradisi harus terus kita hidupkan dengan menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan makna dasarnya. Ancak mengajarkan kita tentang rasa syukur, gotong royong, silaturahmi, dan berbagi. Nilai-nilai inilah yang menurut kami penting untuk terus dikenalkan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Ancak Agung sendiri tidak dapat dilepaskan dari tradisi masyarakat Jawa dalam mengekspresikan rasa syukur melalui hasil bumi. Gunungan menjadi simbol dari hasil kehidupan yang dikumpulkan dan ditampilkan secara bersama-sama. Dalam konteks peringatan Maulid Nabi, tradisi tersebut kemudian berpadu dengan nilai keagamaan melalui doa, shalawat, dan kegiatan berbagi.
Kehadiran ancak juga memperlihatkan hubungan erat antara kehidupan masyarakat dengan lingkungan sekitarnya. Hasil bumi yang biasanya menjadi bagian dari aktivitas pertanian dan kebutuhan sehari-hari, dalam tradisi ini ditempatkan sebagai simbol rezeki yang patut disyukuri.
Karena itu, ukuran dan kemeriahan ancak bukan menjadi satu-satunya hal yang penting. Di balik bentuk gunungan tersebut terdapat proses dan pesan yang lebih luas. Ada semangat untuk mengumpulkan berbagai potensi, menyatukannya dalam satu wadah, kemudian menjadikannya sebagai bagian dari perayaan bersama.
Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., terus mendorong kegiatan yang memiliki nilai budaya dan religi sebagai bagian dari penguatan identitas daerah. Ancak Agung menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan tradisi lokal dengan semangat kebersamaan masyarakat Jember.
Bagi Pemerintah Kecamatan Sumberjambe, keikutsertaan dalam kirab hari ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya tersebut. Ancak yang telah disiapkan akan menjadi representasi Kecamatan Sumberjambe dalam sebuah tradisi yang semakin dikenal masyarakat luas.
Djoni berharap pelaksanaan kirab dapat berjalan lancar dan membawa pesan positif bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
“Kami berharap ancak dari Sumberjambe dapat menjadi bagian yang baik dalam rangkaian Ancak Agung tahun ini. Yang paling penting bukan hanya tampilannya, tetapi pesan yang kita bawa, yaitu rasa syukur, kebersamaan, dan semangat untuk terus merawat tradisi. Mudah-mudahan kegiatan ini juga semakin mempererat silaturahmi antarwilayah di Kabupaten Jember,” tuturnya.
Siang ini, ancak yang telah dipersiapkan Pemerintah Kecamatan Sumberjambe akan mengikuti rangkaian kirab bersama ancak dari wilayah lainnya. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi agar tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat.
Ancak Agung pada akhirnya bukan sekadar gunungan yang diarak dalam sebuah perayaan. Ia menjadi simbol tentang bagaimana hasil bumi dimaknai sebagai rezeki, bagaimana rasa syukur diwujudkan dalam tradisi, serta bagaimana kebersamaan dan berbagi terus dirawat melalui sebuah kegiatan budaya dan keagamaan. (wd)