logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

ASN Kelurahan Kebonsari Laksanakan Verval Data Kemiskinan, Tempuh Jalur Sulit demi Data Akurat

  • 20 April 2026
  • Dibaca 256 Kali
Bagikan Via:
asn-kelurahan-kebonsari-laksanakan-verval-data-kemiskinan-tempuh-jalur-sulit-demi-data-akurat-20260420

ASN Kelurahan Kebonsari Laksanakan Verval Data Kemiskinan, Tempuh Jalur Sulit demi Data Akurat

JEMBER, 20 APRIL 2026 — Pagi itu, jalanan tanah di kawasan Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, tampak lengang. Di kiri kanan, hanya hamparan kebun dan pepohonan. Tak banyak yang melintas. Namun di jalur itulah, langkah pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jember benar-benar terasa.

Sejak 18 April 2026, ribuan ASN turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 24 April 2026, melibatkan sekitar 22.000 ASN dari berbagai unsur, termasuk guru dan tenaga kesehatan. Mereka menyasar kurang lebih 97.000 warga kategori Desil 1—kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Di antara mereka, ada Sekretaris Kelurahan Kebonsari, Puji Prahastyo. Ia mendapat tugas di wilayah Pringgondani, sebuah area yang tidak mudah dijangkau. Dari pusat Kota Jember menuju Desa Pringgondani, jarak yang harus ditempuh hampir mencapai 40 kilometer, dengan waktu perjalanan sekitar satu jam. Perjalanan itu pun belum sepenuhnya mudah, karena sebagian akses menuju lokasi masih berupa jalan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, melewati jalan tanah yang sunyi dan jauh dari permukiman.

“Medannya memang tidak mudah, tapi ini sudah menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya singkat, sembari menggambarkan keseharian di lapangan.

Apa yang dilakukan Puji hanyalah satu potret kecil dari kerja besar para ASN di Kabupaten Jember. Tanpa terkecuali, seluruh ASN mendapat tugas yang sama, turun langsung, mengetuk pintu rumah warga, dan memastikan data yang dimiliki pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi nyata.

Di Kelurahan Kebonsari, para ASN menyebar ke berbagai wilayah seperti Sumberjambe, Rambipuji, Silo, Mumbulsari dan wilayah kecamatan lainnya. Mereka melakukan pendataan dari rumah ke rumah, mencocokkan identitas, hingga menggali kondisi sosial ekonomi warga secara langsung.

Bagi Lurah Kebonsari, Edy Hariyanto, kerja ini bukan sekadar rutinitas administratif. Lebih dari itu, ini adalah upaya memastikan keadilan dalam penyaluran bantuan.

“Kadang yang terlihat di data tidak sepenuhnya sama dengan kondisi di lapangan. Karena itu verval ini penting, supaya bantuan benar-benar sampai ke yang berhak,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah. Ia melihat kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun kebijakan berbasis data yang akurat.

“Ketika datanya tepat, kebijakannya juga akan lebih tepat. Dan pada akhirnya, masyarakat yang paling membutuhkan bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Di balik angka puluhan ribu petugas dan puluhan ribu warga yang didata, ada cerita-cerita kecil tentang dedikasi, tentang perjalanan jauh, dan tentang tekad untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

Sebab bagi para ASN ini, jalan sunyi dan medan sulit bukanlah penghalang, melainkan bagian dari perjalanan untuk menghadirkan data yang lebih jujur, dan harapan yang lebih tepat sasaran. (aji)

Galeri Foto