logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Aspirasi Forum Rembug: Perempuan Minta Perlindungan, Anak Dorong Lingkungan Ramah dan Pendidikan Inklusif

  • 13 Mei 2026
  • Dibaca 81 Kali
Bagikan Via:
aspirasi-forum-rembug-perempuan-minta-perlindungan-anak-dorong-lingkungan-ramah-dan-pendidikan-inklusif-20260515

Aspirasi Forum Rembug: Perempuan Minta Perlindungan, Anak Dorong Lingkungan Ramah dan Pendidikan Inklusif

JEMBER, 13 MEI 2026 – Berbagai aspirasi dan harapan disampaikan kelompok rentan dalam kegiatan rembug yang digelar Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan serta Pengarusutamaan Gender Dinsos PPPA Kabupaten Jember pada Rabu, 13 Mei 2026, di Aula BKPSDM Jember. Forum tersebut menjadi ruang dialog bagi perempuan, anak, hingga kelompok disabilitas untuk menyampaikan persoalan yang masih mereka hadapi di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Salah satu suara yang mencuat berasal dari kelompok perempuan pekerja sektor informal. Lesly, perempuan yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online di Jember, mengungkapkan keresahannya terkait keamanan dan perlindungan bagi perempuan yang bekerja di lapangan. Menurutnya, hingga kini masih ada rasa khawatir ketika menjalankan pekerjaan, terutama saat harus bekerja pada malam hari.

Ia mengaku, sebagai perempuan yang mencari nafkah di jalanan, dirinya kerap merasa was-was terhadap potensi gangguan keamanan maupun risiko sosial lainnya. Selain keamanan fisik, Lesly juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja perempuan agar mereka memperoleh rasa aman dan dukungan yang memadai saat bekerja.

“Perempuan yang bekerja di sektor informal seperti ojek online juga membutuhkan perhatian dan perlindungan, terutama ketika bekerja malam hari,” ungkapnya dalam forum rembug tersebut.

Sementara itu, dari klaster anak, aspirasi disampaikan oleh Amalia, anggota Forum Anak Jember. Ia berharap ke depan semakin banyak wilayah yang benar-benar ramah terhadap anak, baik dari sisi lingkungan sosial maupun pola pengasuhan di keluarga.

Menurut Amalia, pihaknya masih menemukan pola asuh yang kurang melibatkan peran orang tua dalam tumbuh kembang anak. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kurangnya pendidikan karakter dan arahan yang diterima anak di lingkungan keluarga.

Selain itu, Amalia juga menyoroti belum meratanya pemberian beasiswa bagi anak-anak yang membutuhkan. Ia berharap akses pendidikan dapat dirasakan secara lebih luas dan merata oleh seluruh anak di Kabupaten Jember.

Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada pendidikan inklusi. Amalia menilai keterampilan guru inklusi dalam memahami serta menyikapi anak disabilitas masih perlu ditingkatkan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih baik dan ramah bagi semua anak.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinsos PPPA Jember, dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, MM, mengatakan pihaknya akan mengkaji ulang seluruh usulan yang disampaikan kelompok rentan dalam forum rembug tersebut.

Menurutnya, hasil pembahasan nantinya akan dirumuskan bersama organisasi perangkat daerah terkait untuk kemudian dibawa dan disampaikan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Bupati Jember. Usulan tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari rencana aksi daerah dalam upaya memperkuat perlindungan dan pemberdayaan kelompok rentan di Kabupaten Jember. (wln)

Galeri Foto