Bakesbangpol Jember Dorong Kesadaran Politik, Bikin Inovasi Gaspol untuk Penguatan Demokrasi Inklusif
- 26 Maret 2026
- Dibaca 301 Kali
Bagikan Via:
Bakesbangpol Jember Dorong Kesadaran Politik, Bikin Inovasi Gaspol untuk Penguatan Demokrasi Inklusif
JEMBER, 26 MARET 2026 - Upaya memperkuat fondasi demokrasi terus digencarkan oleh Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember. Di bawah kepemimpinan Kepala Bidang Dwi Handarisasi, S.Psi, M.Si, berbagai program strategis dijalankan untuk membangun kesadaran politik yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Berlandaskan Peraturan Bupati Jember Nomor 33 Tahun 2025 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Badan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya Pasal 2 huruf e serta Paragraf 4 Pasal 64, Bidang Politik Dalam Negeri memegang peran penting dalam mengawal dinamika politik daerah.
Bidang ini mengemban tugas utama melaksanakan urusan Bakesbangpol di bidang pendidikan politik, penguatan etika dan budaya politik, peningkatan kualitas demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan perwakilan dan partai politik, hingga pengawasan pelaksanaan pemilu dan pemilihan kepala daerah. Selain itu, pemantauan situasi politik menjadi bagian integral dalam menjaga stabilitas daerah.
“Peran kami bukan hanya administratif, tetapi juga edukatif dan strategis. Politik harus dipahami masyarakat sebagai sarana membangun peradaban, bukan sekadar kontestasi kekuasaan,” ungkap Dwi Handarisasi dalam keterangannya, Kamis 26 Maret 2026.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Bidang Poldagri menetapkan berbagai program, kegiatan, hingga subkegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembentukan Tim Verifikasi Dana Bantuan Politik bagi partai politik yang memiliki kursi di DPRD.
Tim ini bertugas melakukan pengawasan serta monitoring terhadap alokasi dan penggunaan dana bantuan politik (banpol) agar tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi.
Tak hanya itu, proses pencairan dana hibah bagi partai politik juga dilakukan secara ketat dengan memastikan seluruh persyaratan administratif terpenuhi. Setelah pencairan, monitoring penggunaan dana dilakukan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Di sisi lain, pendidikan politik menjadi ujung tombak dalam membangun kesadaran masyarakat. Kegiatan ini menyasar berbagai lapisan, mulai dari pemilih pemula, remaja karang taruna, mahasiswa melalui BEM, hingga tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok perempuan, serta penyandang disabilitas.
Materi yang disampaikan pun dirancang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman. Di antaranya mengangkat tema partisipasi generasi muda dalam pembangunan bangsa berbasis demokrasi Pancasila, peran Generasi Z dalam menjaga harmonisasi sosial politik, hingga penguatan kepemimpinan yang toleran menuju visi “Jember Baru Jember Maju”.
Selain itu, isu inklusivitas juga menjadi perhatian serius. Perspektif disabilitas dalam politik serta peningkatan peran perempuan dalam partisipasi dan representasi politik turut menjadi bagian dari agenda edukasi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan demokrasi yang adil dan setara bagi seluruh warga.
Program-program tersebut juga diselaraskan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember. Sinkronisasi ini penting agar pembangunan politik berjalan beriringan dengan pembangunan sosial dan ekonomi.
Ke depan, Bidang Politik Dalam Negeri berencana memperluas jangkauan edukasi politik melalui inovasi program bertajuk Gaspol (Gerakan Sadar Politik). Program ini dirancang sebagai gerakan masif yang memanfaatkan berbagai media, termasuk platform digital dan media sosial, untuk menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya generasi muda.
Melalui Gaspol, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami hak dan kewajiban politiknya, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi secara cerdas dan bertanggung jawab.
“Kesadaran politik adalah kunci dari demokrasi yang sehat. Jika masyarakat paham, maka kualitas demokrasi akan meningkat, dan pada akhirnya berdampak pada kemajuan daerah,” tegas Dwi.
Dengan langkah-langkah strategis yang terukur dan berkelanjutan, Bidang Poldagri Bakesbangpol Jember optimistis mampu menciptakan ekosistem politik yang kondusif, partisipatif, dan berintegritas. Sebuah ikhtiar nyata dalam mewujudkan masyarakat yang tidak hanya melek politik, tetapi juga berdaya dalam menentukan arah masa depan daerahnya. (but)