Bakesbangpol Jember Masuk Sekolah: Menyemai Generasi Hebat Menuju Indonesia Emas 2045
- 09 April 2026
- Dibaca 215 Kali
Bagikan Via:
Bakesbangpol Jember Masuk Sekolah: Menyemai Generasi Hebat Menuju Indonesia Emas 2045
JEMBER, 9 April 2026
Suasana Aula SMA Al Furqon Jember pagi itu terasa berbeda. Ratusan pasang mata siswa tampak antusias, menyambut hadirnya program “Bakesbangpol Masuk Sekolah” yang mengusung tema besar “Remaja Hebat, Sekolah Bermartabat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB ini menjadi ruang inspiratif bagi generasi muda untuk memahami peran strategis mereka dalam masa depan bangsa.
Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Program yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember ini menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai bidang, mulai dari isu kebangsaan, keamanan, hingga pencegahan narkoba.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang ditandai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Momentum tersebut menjadi simbol awal dari semangat nasionalisme yang ingin ditanamkan kepada para pelajar.
Kepala SMA Al Furqon Jember, Indira Bagus Setiadi, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki potensi luar biasa, namun juga dihadapkan pada berbagai tantangan.
“Generasi muda harus mampu memperkuat diri, meningkatkan kualitas, serta bijak dalam menyaring pengaruh yang masuk. Semua itu demi menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya di hadapan para peserta.
Sementara itu, Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Jember, M. Syamsu Rijal, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan pelajar.
Ia menjelaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita-cita, melainkan sebuah target strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, adil, dan makmur pada usia 100 tahun kemerdekaannya.
“Generasi muda hari ini adalah penentu masa depan bangsa. Mereka tidak hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, serta semangat nasionalisme yang tinggi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syamsu Rijal juga menyoroti pentingnya wawasan kebangsaan sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, generasi muda harus mampu menjaga jati diri bangsa.
“Penguasaan teknologi itu penting, tetapi karakter jauh lebih penting. Nilai kejujuran, disiplin, gotong royong, dan persatuan harus terus ditanamkan agar lahir generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak,” imbuhnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari para narasumber. Gogot Cahyo Baskoro, selaku Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Jember, mengajak siswa untuk memahami pentingnya moderasi beragama serta bijak dalam bermedia sosial. Ia menekankan bahwa ruang digital harus dimanfaatkan sebagai sarana positif untuk berkarya dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
Di sisi lain, Kompol Totok Suhartono, S.H., M.H., dari Densus 88 Antiteror Jawa Timur, memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisasi dan kekerasan terhadap anak. Ia mengingatkan bahwa ancaman tersebut bisa menyasar siapa saja, termasuk pelajar, sehingga diperlukan kewaspadaan dan pemahaman yang baik.
Materi berikutnya disampaikan oleh Iptu Enol Wibisono, S.H., dari Polres Jember yang membahas tentang bahaya narkoba bagi remaja. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, ia mengajak siswa untuk menjauhi narkoba serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan zat berbahaya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif dan responsif. Diskusi interaktif yang terbangun menunjukkan tingginya minat siswa dalam memahami isu-isu yang disampaikan.
Menjelang penutupan, suasana aula dipenuhi semangat baru. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga motivasi untuk menjadi generasi yang lebih baik. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan aparat penegak hukum mampu menghadirkan edukasi yang komprehensif bagi generasi muda.
Kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WIB dalam kondisi aman dan lancar. Namun, nilai-nilai yang ditanamkan di dalamnya diharapkan terus tumbuh dalam diri para peserta.
Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Jember berharap para pelajar mampu menjadi generasi hebat dan bermartabat, yang siap menghadapi tantangan global sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang kuat menuju Indonesia Emas 2045.(but)