Beasiswa Cinta Bergema: Dari Pinggiran Jember hingga Kampus, Cerita Harapan yang Terwujud
- 28 Maret 2026
- Dibaca 455 Kali
Bagikan Via:
Beasiswa Cinta Bergema: Dari Pinggiran Jember hingga Kampus, Cerita Harapan yang Terwujud
JEMBER, 28 MARET 2026 – Sabtu sore, 28 Maret 2026, Bupati Jember Muhammad Fawait akan mengumumkan persiapan pencairan Beasiswa Cinta Bergema tahun 2026. Di balik angka-angka resmi, ada kisah-kisah hidup para mahasiswa yang melihat program ini sebagai jembatan menuju mimpi pendidikan yang semula terasa jauh.
Program yang diluncurkan Juni 2025 ini telah menyalurkan beasiswa kepada 7.162 mahasiswa pada tahap pertama. Tahun 2026, Pemkab Jember kembali menyiapkan pencairan bagi ribuan penerima lanjutan, mencakup bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya hidup. Target jangka panjang mencapai 20 ribu penerima dalam beberapa tahun ke depan, sebagai investasi sumber daya manusia daerah.
Fatimah Insiyah, mahasiswi semester lima di salah satu universitas negeri di Jawa Timur, masih ingat betapa beratnya tahun lalu. Orang tuanya hanya mengandalkan hasil sawah yang tak menentu. “Saya hampir menyerah. Tagihan UKT menumpuk, dan saya sempat bekerja paruh waktu hingga larut malam. Begitu lolos Beasiswa Cinta Bergema, rasanya seperti napas baru. Sekarang saya bisa fokus kuliah, bahkan ikut organisasi kampus tanpa beban,” ceritanya sambil tersenyum.
Bagi Faridatul Fitria, mahasiswi asal desa pinggiran Jember, beasiswa ini lebih dari sekadar uang. “Keluarga kami sederhana. Ayah buruh harian, ibu menjahit. Dulu saya ragu melanjutkan kuliah karena takut membebani. Berkat program ini, UKT dua semester lunas, dan saya bahkan bisa beli laptop bekas untuk tugas kuliah. Ini bukan hanya bantuan, tapi bukti bahwa pemerintah peduli pada anak desa seperti saya,” ujarnya dengan mata berbinar.
Nisya, penerima dari jalur afirmasi, menambahkan dimensi lain. “Yang paling saya rasakan adalah semangat. Bukan cuma biaya yang ringan, tapi juga pesan bahwa kami dihargai. Saya sekarang lebih rajin belajar, karena merasa punya tanggung jawab untuk kembali membangun Jember setelah lulus,” katanya.
Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP., M.M., melihat fenomena ini dari dekat. “Di Kecamatan Sumbersari, ratusan mahasiswa masuk daftar penerima 2026. Testimoni mereka luar biasa. Banyak yang datang ke kantor kecamatan dengan wajah sumringah, bercerita bagaimana beasiswa ini mengubah hidup keluarga mereka. Kami sangat mengapresiasi komitmen Bupati Muhammad Fawait. Program ini benar-benar dirasakan sebagai harapan baru bagi generasi muda Sumbersari yang padat penduduk. Kami sudah koordinasi dengan kelurahan agar semua penerima siap mengikuti sosialisasi besok dan pencairan berjalan lancar,” tutur Deni.
Menurut Deni, antusiasme di tingkat kecamatan sangat tinggi. Banyak orang tua yang kini lebih tenang melihat anaknya bisa melanjutkan pendidikan tanpa putus asa karena biaya. “Ini investasi jangka panjang. Anak-anak Sumbersari yang kuliah berkat beasiswa ini kelak akan pulang dengan ilmu dan kontribusi nyata untuk daerah,” tambahnya.
Bupati Muhammad Fawait dalam berbagai kesempatan menekankan filosofi di balik program ini, pendidikan sebagai pondasi kemajuan Jember. Beasiswa Cinta Bergema tidak hanya menyasar prestasi, tapi juga afirmasi ekonomi, santri, hingga jalur khusus anak kader Posyandu. Pencairan dilakukan secara transparan setelah verifikasi, dengan harapan penerima kelak menjadi agen perubahan di kampung halaman.
Besok, saat pengumuman, ribuan mahasiswa diharapkan hadir untuk mendengar langsung penjelasan mekanisme pencairan dan komitmen balik dari penerima. Bagi Ahmad, Faridatul, Nisya, dan ratusan lainnya, ini bukan sekadar seremoni. Ini kelanjutan dari kisah perjuangan yang kini disertai harapan nyata.
Di tengah gemuruh pembangunan daerah, Beasiswa Cinta Bergema hadir sebagai cerita manusiawi, bagaimana satu kebijakan bisa menyentuh hati dan mengubah nasib generasi muda Jember, dari bangku kuliah hingga masa depan yang lebih cerah. (dan)