logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Bendung Klatakan Jadi Objek Riset Akademisi Internasional, Hasilnya Diharapkan Bermanfaat bagi Masyarakat

  • 05 November 2026
  • Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
bendung-klatakan-jadi-objek-riset-akademisi-internasional-hasilnya-diharapkan-bermanfaat-bagi-masyarakat-20261106

Bendung Klatakan Jadi Objek Riset Akademisi Internasional, Hasilnya Diharapkan Bermanfaat bagi Masyarakat

JEMBER, 05 NOVEMBER 2026 – Kondisi infrastruktur irigasi di Daerah Irigasi (DI) Klatakan, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, menjadi perhatian akademisi dalam kegiatan International Community Service, Kamis 05 November 2026. Kegiatan ini membuka peluang penelitian terhadap kerusakan bendung dan pengelolaan sumber daya air untuk kepentingan masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, Universiti Malaysia Sarawak (Unimas), serta mahasiswa internasional dari Pakistan, Thailand, dan Timor Leste. Para peserta melakukan pengamatan lapangan sekaligus membahas pengelolaan irigasi dari aspek teknis, sosial, dan tata kelola sumber daya air.

Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Sipil, Teknik Sumber Daya Air, dan Tata Kelola Sumber Daya Air Universitas Jember, Prof. Dr. Ir. Entin Hidayah, M.U.M., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat bersama tim Unimas Malaysia dan mahasiswa asing.

Menurutnya, pengamatan langsung diperlukan untuk memahami kondisi lapangan, terutama kerusakan bendung yang berkaitan dengan bidang keilmuan teknik sipil dan pengelolaan sumber daya air.

“Kami bertujuan melakukan community service atau pengabdian masyarakat. Tujuan kami ke sini adalah melihat secara langsung kondisi lapangan, tentunya fokus pada kerusakan bendung yang terkait dengan ilmu kami di teknik sipil, khususnya pengelolaan sumber daya air,” ujar Entin.

Ia menjelaskan, hasil pengamatan akan menjadi bahan penelitian untuk mengetahui penyebab kerusakan bendung sekaligus mengidentifikasi persoalan distribusi air irigasi, khususnya di wilayah kerja Korsda Rambipuji.

Entin menegaskan, penelitian perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kajian akademik, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk mendukung upaya mengatasi potensi bencana dan permasalahan irigasi.

“Kami ingin mengetahui penyebab kerusakan bendung tersebut dan apa yang bisa digunakan untuk riset. Riset itu tidak hanya kami simpan, tetapi ingin kami manfaatkan agar bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Irigasi DPUPR Jember, Didit Supriyono, S.T., menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang pertukaran ilmu mengenai pengelolaan irigasi dari aspek teknis maupun sosial.

Didit berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi petani Desa Pakis dan masyarakat Kecamatan Panti, sekaligus mendorong pengembangan potensi wilayah.

Sementara itu, Associate Professor Ir. Dr. Mah Yau Seng dari Faculty of Engineering, Universiti Malaysia Sarawak, memaparkan kesamaan karakteristik pertanian Indonesia dan Malaysia, terutama lahan gambut di Pulau Kalimantan, serta pendekatan pemanfaatannya.

Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Rambipuji, Moh. Mohamad Yasin, S.AP., berharap kegiatan ini menjadi kesempatan bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan air dan menjaga sungai.

Melalui kolaborasi tersebut, DPUPR Jember berharap penelitian akademisi dapat mendukung pengelolaan infrastruktur irigasi, mitigasi bencana, serta keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat dan sektor pertanian. (and)

Galeri Foto