BPBD Jember Asesmen Kekeringan di Tegal Besar, 60 KK Berpotensi Terdampak
- 25 Oktober 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Asesmen Kekeringan di Tegal Besar, 60 KK Berpotensi Terdampak
JEMBER, 25 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen terhadap laporan potensi kekeringan di Lingkungan Kedungpereng, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jawa Timur, Minggu (25/10/2026). Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 60 kepala keluarga (KK) di RT 01/RW 013 berpotensi terdampak apabila kondisi sumber air terus menurun.
Asesmen dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember sebagai tindak lanjut laporan melalui Wadul Gus’e dengan ID Aduan 2410261730524. Tim turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi sumur warga sekaligus berkoordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW, dan masyarakat setempat.
“Dari delapan sumur yang kami periksa, tiga sumur mengalami penurunan volume air dan airnya berbau. Sementara lima sumur lainnya masih memiliki air yang cukup dan masih layak untuk kebutuhan konsumsi,” kata anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Faris Fadhil, Minggu.
Menurut Faris, kondisi sumber air di kawasan tersebut belum menunjukkan situasi darurat. Secara umum, debit air sumur warga masih mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun, terdapat sejumlah sumur yang mulai mengalami penurunan kualitas dan volume air sehingga perlu mendapatkan perhatian.
Sumur milik pelapor, misalnya, tidak dapat diketahui kedalamannya karena telah tertutup permanen. Berdasarkan pengecekan di lapangan, air dari sumur tersebut tercium kurang sedap. Rumah pelapor berjarak sekitar 20 meter dari rumah warga lainnya, sedangkan sumber air alternatif terdekat berada sekitar 500 meter.
Dalam kondisi tersebut, pelapor masih dapat memenuhi kebutuhan air bersih dengan meminta bantuan atau mengambil air dari tetangga sekitar. Selain itu, warga di RT 03 memiliki akses terhadap tandon air bantuan Yonif 509 Jember yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih ketika terjadi kekurangan air.
Faris mengatakan BPBD tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi sumur, tetapi juga memetakan potensi dampak apabila kekeringan berlanjut. Hasil asesmen akan menjadi bahan koordinasi dengan perangkat wilayah dan dinas terkait untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Untuk sementara kondisi masih aman dan terkendali. Namun, pemantauan tetap perlu dilakukan karena ada sekitar 60 KK yang berpotensi terdampak kekeringan di RT 01/RW 013,” ujarnya.
TRC BPBD Jember melakukan sejumlah kegiatan di lokasi, mulai dari koordinasi dengan perangkat wilayah, asesmen, dokumentasi, hingga pengecekan sumber mata air warga. Tim kemudian kembali ke Markas Komando BPBD Jember sekitar pukul 15.30 WIB.
BPBD merekomendasikan pemantauan dan asesmen ulang sekitar tiga minggu ke depan untuk melihat perkembangan kondisi sumber air warga. Hasil pemeriksaan juga akan diteruskan kepada dinas terkait sebagai bahan penanganan lebih lanjut.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi memburuknya kondisi sumber air, terutama apabila penurunan debit sumur terus terjadi. BPBD juga mengimbau perangkat wilayah dan masyarakat untuk segera melaporkan apabila kondisi air semakin berkurang atau kebutuhan air bersih warga mulai tidak terpenuhi.(tgh)