Hari Kedua, Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Wisatawan Hilang di Pantai Papuma Jember
- 29 Maret 2026
- Dibaca 365 Kali
Bagikan Via:
Hari Kedua, Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Wisatawan Hilang di Pantai Papuma Jember
JEMBER, 29 MARET 2026 - Operasi pencarian terhadap seorang wisatawan yang dilaporkan hilang terseret ombak di kawasan Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, memasuki hari kedua pada Minggu, 29 Maret 2026. Hingga Minggu sore, tim pencarian gabungan masih terus mengupayakan penyisiran di titik-titik krusial meski korban belum berhasil ditemukan.
Korban teridentifikasi sebagai Mohammad Sheva Yusuf (22), warga Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 pagi, saat korban dilaporkan tersapu ombak di area terlarang di sekitar tebing bawah Siti Hinggil.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Agit, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban bersama dua rekannya mendekati bibir pantai untuk berfoto. Ketiganya diduga memasuki zona larangan pengunjung yang dikenal memiliki karakteristik gelombang tinggi dan arus yang kuat.
"Sekitar pukul 06.47 WIB, ombak besar datang dan menyapu ketiganya. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan korban terseret arus dan hingga kini belum ditemukan," ujar Agit.
Pada hari kedua, personel gabungan yang terdiri atas BPBD Jember, Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jember, TNI-Polri, serta relawan melakukan penyisiran intensif dari titik kejadian hingga ke arah selatan Pantai Payangan. Operasi ini melibatkan penggunaan perahu karet dengan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan terkait kondisi gelombang laut.
Namun, hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB, keberadaan korban belum terdeteksi. "Pencarian hari ini belum membuahkan hasil. Sesuai prosedur, operasi akan dilanjutkan kembali besok pagi mulai pukul 07.00 WIB," tambah Agit.
Pihak BPBD mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang fluktuatif serta gelombang laut yang tinggi menjadi tantangan utama di lapangan. Selain faktor alam, sempat terjadi kendala teknis terkait suplai bahan bakar mesin perahu, namun hal tersebut segera diatasi guna menjaga optimalisasi pencarian.
Untuk memastikan kelancaran operasi, posko pencarian dipusatkan di Kantor Pengelola Pantai Papuma. Langkah ini diambil guna mempermudah koordinasi antarunsur yang terlibat, meliputi Perhutani, TNI AL Pos Puger, BPBD dan Basarnas, serta keluarga korban yang memantau langsung di lokasi.
Menanggapi insiden ini, BPBD Jember kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan wisatawan dalam mematuhi rambu-rambu keselamatan di kawasan pantai. Pengunjung sangat dilarang memasuki zona berbahaya, terutama di wilayah dengan karakteristik ombak tinggi seperti Pantai Papuma.
"Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. Kami terus berupaya maksimal dan berharap korban dapat segera ditemukan," tutup Agit. (tgh)