logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Lakukan Survei Awal Wilayah Rawan Abrasi di Pantai Cemara Puger untuk Perencanaan Mitigasi

  • 02 Februari 2026
  • Dibaca 535 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-lakukan-survei-awal-wilayah-rawan-abrasi-di-pantai-cemara-puger-untuk-perencanaan-mitigasi-20260202

BPBD Jember Lakukan Survei Awal Wilayah Rawan Abrasi di Pantai Cemara Puger untuk Perencanaan Mitigasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaksanakan survei awal identifikasi wilayah rawan abrasi sebagai langkah awal perencanaan mitigasi bencana pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Area Pantai Cemara Puger, Dusun Getem, Desa Mujomulyo, Kecamatan Puger. Survei ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang masuk melalui program Wadul Gus’e dengan ID laporan WA.Q.1401261711159. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran awal kondisi lapangan serta potensi ancaman abrasi yang dapat berdampak pada keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Survei awal ini dilaksanakan oleh tim teknis BPBD Kabupaten Jember yang terdiri dari M. Miftachul Munir, S.T., M. Faris Fadhil, S.Tr.P., dan M. Zainudin P, S.T. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan Pemerintah Kecamatan Puger, Pemerintah Desa Mujomulyo, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi penting guna memastikan hasil survei bersifat partisipatif dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Kolaborasi antar pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat perencanaan mitigasi bencana ke depan.

Berdasarkan hasil asesmen lapangan, tim menemukan adanya kerusakan garis pantai sepanjang kurang lebih 300 meter. Pada lokasi tersebut terdapat permukiman masyarakat yang jaraknya relatif dekat dengan bibir pantai, yakni sekitar 5 hingga 20 meter, sehingga memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap abrasi. Selain itu, lokasi survei berada di area muara sungai yang memiliki dinamika aliran cukup aktif, sehingga memengaruhi pola distribusi sedimen di kawasan pantai. Kondisi sedimen yang didominasi pasir halus serta gelombang pasang yang terjadi hingga dua kali dalam sebulan semakin meningkatkan potensi terjadinya abrasi.

Survei ini dilakukan sebagai upaya awal untuk mengetahui bagaimana dan mengapa abrasi terjadi di kawasan Pantai Cemara Puger. Faktor utama penyebab abrasi antara lain dinamika gelombang laut, perubahan garis pantai, serta pengaruh aliran sungai di muara yang membawa dan menggeser sedimen. Dengan memahami penyebab dan karakteristik abrasi, BPBD Kabupaten Jember dapat menyusun langkah mitigasi yang lebih tepat dan berkelanjutan. Hasil survei ini juga menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan penanganan darurat maupun jangka panjang.

Sebagai tindak lanjut dari hasil survei, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan beberapa langkah strategis. Upaya penanganan darurat yang diusulkan antara lain perlindungan abrasi menggunakan jumbo bag berukuran 1 meter kubik yang diisi pasir pada lokasi prioritas sepanjang kurang lebih 100 meter. Selain itu, diperlukan permintaan kajian teknis dan desain rehabilitasi lingkungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari perencanaan mitigasi jangka panjang. BPBD juga merekomendasikan penyusunan kajian mitigasi berbasis vegetasi pantai yang sesuai dengan karakteristik wilayah setempat guna mengurangi risiko abrasi secara berkelanjutan.

Dengan adanya survei awal ini, diharapkan upaya mitigasi abrasi di wilayah Pantai Cemara Puger dapat dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan serta mendukung langkah-langkah mitigasi yang akan dilaksanakan. BPBD Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor guna melindungi masyarakat pesisir dari ancaman bencana abrasi di masa mendatang.

Galeri Foto