BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 75 KK Terdampak Kekeringan di Bangsalsari
- 18 Agustus 2026
- Dibaca 58 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 75 KK Terdampak Kekeringan di Bangsalsari
JEMBER, 18 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendampingi distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Dukuh II RT 02 dan RT 03 RW 02, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Selasa 18 Agustus 2026.
Dalam kegiatan distribusi air bersih ke-3 tersebut, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan oleh Perumdam Tirta Pandalungan Kabupaten Jember ke empat tandon yang telah tersedia di lokasi. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat yang terdampak krisis air bersih.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember pada 28 Juli 2026, sedikitnya 75 kepala keluarga (KK) terdampak kondisi kekurangan air bersih. Rinciannya, sebanyak 30 KK berada di RT 02 RW 02 dan 45 KK di RT 03 RW 02.
Kondisi tersebut dipicu oleh dampak musim kemarau yang menyebabkan sumber air masyarakat semakin terbatas. Selama ini, warga mengandalkan jaringan pipanisasi dengan sumber mata air yang berada di sungai di wilayah perbatasan dengan Desa Tugusari, berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman.
Namun, kondisi sumber air tersebut sudah tidak layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi karena air sungai tercemar dan kotor. Warga hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Debit air dari jaringan pipanisasi juga mengalami penurunan dan pada waktu tertentu tidak mengalir.
Pemerintah desa sebelumnya telah berupaya mencari sumber air alternatif dengan melakukan pengeboran sumur. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena sumber air belum ditemukan.
Kondisi itu membuat distribusi air bersih menjadi langkah penanganan sementara untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. BPBD Kabupaten Jember bersama pemerintah desa dan masyarakat terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
Tim BPBD menuju lokasi pada pukul 15.40 WIB dan tiba sekitar pukul 16.20 WIB. Setibanya di lokasi, petugas melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Banjarsari sebelum mendampingi proses distribusi air bersih ke empat tandon yang telah tersedia.
Selain penyaluran bantuan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan kondisi kekeringan dan pemanfaatan air bersih secara bijak. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali hingga kegiatan selesai pada pukul 17.30 WIB.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifiyanto, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air layak konsumsi.
“Distribusi air bersih ini merupakan langkah penanganan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air minum selama sumber air yang tersedia belum dapat digunakan secara optimal. Kami terus melakukan pemantauan bersama pemerintah desa terhadap kondisi di lapangan,” ujar Firman.
Menurutnya, keterbatasan sumber air di wilayah tersebut membutuhkan penanganan secara bertahap dan berkelanjutan. Distribusi air bersih menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan sambil menunggu solusi terhadap sumber air alternatif.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bantuan sesuai kebutuhan dan menjaga kebersihan tandon maupun tempat penyimpanan air. Untuk sementara, distribusi akan dilakukan secara berkala sesuai hasil pemantauan dan kebutuhan warga terdampak,” tambahnya.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih untuk kebutuhan air minum dilakukan dengan kapasitas 5.000 liter setiap lima hari sekali. Frekuensi distribusi tersebut dapat dievaluasi kembali berdasarkan kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Pemerintah Desa Banjarsari, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tertib dan tepat sasaran.
Penanganan krisis air bersih di Dusun Dukuh II juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memberikan respons terhadap dampak kekeringan yang terjadi selama musim kemarau. BPBD terus mendorong koordinasi lintas pihak sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Dengan distribusi secara berkala, edukasi kepada masyarakat, serta pemantauan kondisi sumber air, diharapkan kebutuhan air minum bagi 75 KK terdampak dapat tetap terpenuhi. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah sementara sembari mencari solusi sumber air yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Desa Banjarsari. (bob)