BPBD Kabupaten Jember Tangani Dampak Banjir Luapan, Sejumlah Rumah Warga Alami Kerusakan
- 15 Februari 2026
- Dibaca 493 Kali
Bagikan Via:
BPBD Kabupaten Jember Tangani Dampak Banjir Luapan, Sejumlah Rumah Warga Alami Kerusakan
Bencana alam berupa angin kencang yang disertai hujan deras melanda wilayah Kabupaten Jember pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Jember sejak Kamis, 12 Februari 2026, mulai pukul 11.30 hingga tengah malam. Hujan berkepanjangan tersebut menyebabkan debit air meningkat drastis dan meluap di sejumlah kecamatan, termasuk Rambipuji. Akibatnya, pemukiman warga terdampak, sarana prasarana umum rusak, dan sebagian rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Bencana ini terutama berdampak pada Desa Rowotamtu dan Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, yang berada di wilayah rawan longsor. Di Desa Rowotamtu, Dusun Paseban, beberapa rumah warga mengalami kerusakan akibat tanah longsor susulan dan erosi pondasi. Dapur warga dilaporkan roboh, lantai rumah ambles, serta pondasi tergerus tanah akibat aliran air deras. Sementara itu, di Desa Nogosari, Dusun Gumuk Bago, hujan deras dan angin kencang menyebabkan dapur serta kamar salah satu rumah warga roboh dengan kategori rusak sedang.
Korban terdampak berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk lansia, sehingga meningkatkan kerentanan risiko bencana susulan. Total beberapa kepala keluarga harus waspada terhadap potensi longsor lanjutan, meskipun tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Selain kerusakan rumah, infrastruktur pendukung juga terdampak, seperti instalasi penerangan jalan umum (PJU) dan kabel jaringan internet yang terputus akibat tertimpa pohon tumbang. Bahkan, di sepanjang jalan lingkungan Dusun Paseban, tercatat sedikitnya lima titik longsor yang menyebabkan akses jalan terputus sementara.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait segera melakukan asesmen dan penanganan darurat. Upaya yang dilakukan meliputi pendistribusian bantuan logistik berupa paket sembako, zak, dan terpal kepada warga terdampak di Desa Rowotamtu. Selain itu, pelayanan dapur umum serta distribusi air bersih juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Warga secara gotong royong membersihkan rumah masing-masing setelah kondisi air dinyatakan surut.
Dalam rekomendasinya, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Deteksi dini dan kesiapsiagaan lingkungan menjadi hal penting untuk meminimalkan risiko bencana susulan. Pemerintah daerah juga meneruskan laporan ini kepada pihak terkait, termasuk BNPB, guna penanganan lanjutan khususnya di wilayah aliran sungai dan daerah rawan longsor. Dengan keterlibatan BPBD, perangkat desa, relawan, TNI, Polri, dan masyarakat, penanganan bencana diharapkan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.