logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

BSU Griya Resik Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah, agar Mudah Saat Diolah di Bank Sampah

  • 26 Mei 2026
  • Dibaca 66 Kali
Bagikan Via:
bsu-griya-resik-ajak-warga-pilah-sampah-dari-rumah-agar-mudah-saat-diolah-di-bank-sampah-20260526

BSU Griya Resik Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah, agar Mudah Saat Diolah di Bank Sampah

JEMBER, 26 MEI 2026 - Bank Sampah Unit (BSU) Griya Resik terus mendorong masyarakat untuk membiasakan memilah sampah secara mandiri dari rumah tangga masing-masing. Langkah tersebut dinilai mampu mempermudah pengelolaan sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ketua BSU Griya Resik, Ely Yuliastutik, mengatakan seluruh sampah yang disetorkan nasabah ke bank sampah harus sudah dipilah terlebih dahulu dari rumah. Saat ini, BSU Griya Resik memiliki sekitar 75 nasabah aktif.

“Yang diterima di Bank Sampah Griya Resik adalah sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik kami olah menjadi kompos, eco enzyme, dan juga POC air lindi,” ujarnya, Senin 25 Mei 2026.

Menurut Ely, masyarakat cukup menyiapkan lima wadah sampah berdasarkan jenisnya agar proses pemilahan lebih mudah dilakukan. Kategori pertama yakni botol dan gelas plastik, kedua plastik lembaran seperti kresek dan bungkus makanan, ketiga kertas termasuk kardus dan bungkus rokok, keempat kategori lain-lain seperti kaleng dan tutup biskuit, serta kelima residu seperti styrofoam yang sulit terurai.

Sampah yang telah dipilah tersebut kemudian disetorkan ke bank sampah seperti BSU Griya Resik yang ada di Kecamatan Sumbersari, untuk didaur ulang maupun di upcycle menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi lebih tinggi. Sedangkan sampah residu diarahkan untuk dibuang ke TPA.

“Untuk sampah anorganik disetorkan ke bank sampah dan sebagian kami upcycle menjadi komoditas yang punya nilai jual ekonomis dan jauh lebih bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ely mencontohkan, salah satu hasil upcycle yang dibuat BSU Griya Resik yakni tas cantik berbahan dasar sedotan plastik bekas. Selain itu, limbah rumah tangga lainnya juga diolah menjadi berbagai kerajinan yang memiliki daya guna tinggi.

“Ini salah satu contoh upcycle sedotan yang dijadikan tas cantik dan punya nilai tinggi. Ada juga sampah HPS yang kami ubah menjadi nampan yang kuat dan menarik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil kerajinan dari BSU Griya Resik bahkan telah dibeli wisatawan asal Jepang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibandingkan bentuk aslinya.

Melalui edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah, BSU Griya Resik berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu melihat sampah sebagai sumber daya yang bernilai.

Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari, Dwiyanti Kurnianingsih, S.E., menyampaikan agar masyarakat untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik dari rumah tangga masing-masing dan dapat diserahkan ke BSU Griya Resik. Sehingga, sampah yang telah dipilah kemudian dikelola kembali agar memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.

Menurutnya, dengan adanya semacam bank sampah seperti itu, sejumlah barang bekas yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kini dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai jual, seperti tas dan produk keterampilan lainnya.

“Di Bank Sampah ini, sampah dipilah kembali bersama ibu-ibu pengurus. Ada yang kemudian dimanfaatkan menjadi keterampilan yang bisa dijual untuk membantu ekonomi masyarakat,” ungkapnya.(fat)

Galeri Foto