logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Buka Festival Kopi, Tembakau dan UMKM, Pj Sekda Jember Sebut Bagian dari Sejarah Persatuan

  • 15 Mei 2026
  • Dibaca 135 Kali
Bagikan Via:
buka-festival-kopi-tembakau-dan-umkm-pj-sekda-jember-sebut-bagian-dari-sejarah-persatuan-20260515

Buka Festival Kopi, Tembakau dan UMKM, Pj Sekda Jember Sebut Bagian dari Sejarah Persatuan

JEMBER, 15 MEI 2026 - Festival Kopi, Tembakau, dan UMKM Jatim atau Jatim Specialty Coffee, Tobacco and UMKM Festival resmi dibuka pada Jumat, 15 Mei 2026, di Alun-Alun Jember. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Ahmad Imam Fauzi.

Dalam sambutannya, Fauzi menegaskan bahwa kopi, tembakau, dan UMKM merupakan tiga unsur yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, ketiganya memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah, baik di Indonesia maupun di dunia.

Ia menyebut banyak gagasan besar lahir dari ruang-ruang sederhana seperti warung kopi, tempat masyarakat berdiskusi sambil menikmati kopi dan rokok hasil olahan tembakau.

“Kopi, tembakau, dan warung atau UMKM tidak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya sebuah negara. Banyak ide dan gagasan lahir dari ketiga komponen ini,” ujar Fauzi.

Fauzi menjelaskan, kolaborasi antara sektor kopi, tembakau, dan UMKM mampu membangun ruang persatuan sekaligus menjadi embrio lahirnya berbagai kerja kebangsaan dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Ia berharap festival tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM di Jember. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dikolaborasikan dengan agenda resmi Pemerintah Kabupaten Jember.

“Festival seperti ini harus menjadi ekosistem untuk meningkatkan UMKM. Ke depan, acara seperti ini bisa berkolaborasi dengan Pemkab Jember. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga dan Pemkab Jember siap mendukung,” katanya.

Sementara itu, penyelenggara kegiatan, Heru Subagio, mengatakan festival sengaja digelar di Alun-Alun Jember agar lebih mudah diakses dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Heru, bertepatan waktunya festival dengan Karnaval SCTV merupakan kebetulan semata karena agenda festival telah disusun jauh hari sebelumnya.

“Ini tahun ketiga MAKI menggelar kegiatan ini. Tahun pertama di KCM, tahun kedua di Gedung Balai Serbaguna, dan tahun ini di Alun-Alun Jember. Kalau bersamaan dengan Karnaval SCTV, itu hanya kebetulan karena agenda kami sudah dirancang lebih dulu,” ujar Heru.

Heru menambahkan, panitia menyediakan sekitar 40 stan bagi pelaku UMKM dan seluruhnya diberikan secara gratis.

“Ada 40 stan UMKM yang ikut dalam festival ini dan semuanya gratis, kecuali stan yang digunakan instansi pemerintah, baik dari provinsi maupun kabupaten,” jelasnya.

Selain pameran kopi, tembakau, dan produk UMKM, festival juga diramaikan dengan sejumlah kegiatan pendukung, seperti jalan santai yang diperkirakan diikuti lebih dari 7.000 peserta serta lomba karaoke antarorganisasi perangkat daerah (OPD). (al)

Galeri Foto