Komitmen Penguatan Imunisasi di Tempurejo Jadi Fondasi Layanan Kesehatan Berkelanjutan
- 13 Mei 2026
- Dibaca 78 Kali
Bagikan Via:
Komitmen Penguatan Imunisasi di Tempurejo Jadi Fondasi Layanan Kesehatan Berkelanjutan
JEMBER, 13 MEI 2026 – Komitmen lintas sektor dalam mendukung penguatan imunisasi nasional yang pernah digaungkan dalam audiensi di Aula Puskesmas Tempurejo pada 29 April 2026 kini menjadi fondasi penting dalam upaya membangun layanan kesehatan yang lebih kuat dan berkelanjutan di Kecamatan Tempurejo.
Kegiatan yang kala itu menghadirkan Kepala Puskesmas Tempurejo dr. Reni Anggraeni, perwakilan UNICEF, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Camat Tempurejo, unsur Koramil, kepala desa, hingga tokoh masyarakat tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial semata. Audiensi lintas sektor itu dinilai sebagai langkah awal dalam memperkuat sinergi berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dan pelayanan kesehatan dasar.
Dalam audiensi tersebut, berbagai pihak sepakat bahwa program imunisasi tidak dapat berjalan maksimal apabila hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Dibutuhkan dukungan aktif dari pemerintah desa, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, hingga masyarakat itu sendiri agar program kesehatan mampu menjangkau seluruh lapisan warga.
Perwakilan UNICEF, Bapak Suradi, saat itu menegaskan bahwa imunisasi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi sehat dan produktif. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan sangat ditentukan oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung edukasi dan pendampingan kesehatan di tingkat bawah.
Kepala Puskesmas Tempurejo dr. Reni Anggraeni juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kekuatan utama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi serta memperkuat pelayanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan. Dukungan dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, hingga tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar program imunisasi dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya, dikutip Rabu, 13 Mei 2026.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas berbagai tantangan kesehatan di wilayah Tempurejo. Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari rendahnya pemahaman masyarakat terkait imunisasi hingga perlunya pendekatan yang lebih intensif kepada warga.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai usulan solusi yang menitikberatkan pada penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan edukasi kesehatan berbasis masyarakat. Pemerintah desa dan tokoh masyarakat diharapkan mampu menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dengan masyarakat dalam menyampaikan pentingnya imunisasi dan layanan kesehatan.
Sebagai bentuk tindak lanjut, audiensi kala itu ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam mendukung penguatan imunisasi nasional dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Tempurejo.
Hingga saat ini, semangat kolaborasi yang dibangun melalui audiensi tersebut terus menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program kesehatan di wilayah Tempurejo. Sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih optimal demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. (fam)