logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Bukan Sekadar Bangun Saluran, Irigasi Jember Disiapkan agar Bertahan dan Bermanfaat

  • 15 September 2026
  • Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
bukan-sekadar-bangun-saluran-irigasi-jember-disiapkan-agar-bertahan-dan-bermanfaat-20260915

Bukan Sekadar Bangun Saluran, Irigasi Jember Disiapkan agar Bertahan dan Bermanfaat

JEMBER, 15 SEPTEMBER 2026 — Saluran irigasi yang dibangun hari ini diharapkan tidak hanya selesai saat pekerjaan dinyatakan tuntas. Kualitas konstruksi menjadi penting agar bangunan air dapat bertahan lama dan terus menjalankan fungsinya untuk pertanian.

Hal itu menjadi perhatian dalam pematangan rencana pelaksanaan pekerjaan Inpres 02 di Kabupaten Jember. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, konsultan, serta pengawas membahas kesiapan pekerjaan pada sejumlah jaringan irigasi tersier yang diusulkan.

Pembahasan tersebut tidak berhenti pada lokasi yang akan ditangani. Kondisi bangunan di lapangan juga menjadi pertimbangan untuk menentukan kebutuhan penanganan dan merencanakan konstruksi yang sesuai.

Sebab, kualitas bangunan air akan menentukan seberapa lama jaringan tersebut dapat digunakan. Konstruksi yang dikerjakan dengan tepat diharapkan tidak cepat mengalami kerusakan, sehingga fungsi saluran dalam mengalirkan air ke lahan pertanian dapat terus terjaga.

Kepala DTPHP Jember, Sutiyoso, S.H., M.H., bersama Sekretaris Dinas Moch. Kosim, S.TP., M.P., dan Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Joko Nurcahyo, S.TP., turut mengikuti pematangan rencana tersebut.

Sutiyoso menekankan bahwa ketahanan bangunan perlu dipikirkan sejak tahap perencanaan. Ia bahkan menyinggung bangunan peninggalan Belanda sebagai gambaran bahwa konstruksi yang dirancang dengan baik dapat bertahan dalam waktu sangat panjang.

“Kalau misalkan kita berbicara flashback, mungkin bangunan Belanda kenapa kok kuat?” ujar Sutiyoso.

Dari situ, ia berharap perencanaan konstruksi irigasi saat ini juga memperhitungkan daya tahan bangunan, sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat.

“Kita harapan kita ke depan bahwa kalau bisa kita merencanakan itu bisa bertahan 10-20 tahun. Minimal itu,” ujar Sutiyoso.

Target ketahanan tersebut membuat aspek konstruksi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sejak awal. Mulai dari perencanaan, pemilihan bentuk penanganan, hingga pelaksanaan di lapangan harus saling mendukung agar bangunan yang dihasilkan benar-benar kuat dan berfungsi.

Pada akhirnya, kekuatan konstruksi bukan sekadar soal usia bangunan. Semakin lama jaringan dapat berfungsi dengan baik, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan untuk menjaga kelancaran aliran air ke lahan pertanian.

Verifikasi terhadap titik yang diusulkan ditargetkan mencakup seluruh 16 titik hingga Jumat. Hasilnya akan menjadi bahan untuk tahapan desain dan perencanaan pekerjaan berikutnya.

Dengan begitu, pekerjaan irigasi diarahkan bukan sekadar menghasilkan saluran baru atau memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi menghadirkan infrastruktur yang kuat, tahan lama, tetap berfungsi, dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh sektor pertanian Jember. (fan)

Galeri Foto