Bukan Sekadar Kenakalan Remaja, Dinsos PPPA Jember Ungkap Bahaya Bullying Bisa Memicu Radikalisme Anak
- 19 Agustus 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Bukan Sekadar Kenakalan Remaja, Dinsos PPPA Jember Ungkap Bahaya Bullying Bisa Memicu Radikalisme Anak
JEMBER, 19 AGUSTUS 2026 - Perundungan atau bullying pada anak ternyata bukan lagi sekadar persoalan kenakalan remaja biasa. Luka psikologis yang dibiarkan menumpuk akibat bullying justru menjadi celah berbahaya yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk merekrut anggota baru.
Kenyataan pahit tersebut mengemuka dalam kegiatan Gelar Kasus Anak Tahun 2026 bertajuk "Kekerasan Terhadap Anak Dalam Lingkungan Terdekat" yang digelar UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos PPPA Kabupaten Jember di Hotel Fortuna Grande, Selasa 18 Agustus 2026.
Perwakilan Satgaswil Jatim Densus 88 AT, Totok Suhartono, S.H., M.M., membeberkan perspektif mengejutkan mengenai efek domino dari perundungan jangka panjang. Menurutnya, korban bullying yang mengalami trauma emosional berat dan merasa terisolasi dari lingkungan terdekatnya cenderung mencari rasa penerimaan di tempat lain situasi yang kerap dimanfaatkan oleh jaringan terorisme.
"Dampak psikologis dari perundungan dapat mengikis ketahanan emosional seseorang. Kondisi mental yang rentan dan haus akan rasa 'diterima' inilah yang berisiko disusupi oleh pemahaman radikalisme hingga terjerat jaringan terorisme," terang Totok di hadapan 40 peserta lintas sektor.
Sorotan terhadap dampak bullying ini melengkapi pemetaan kasus kekerasan anak di Kabupaten Jember yang kian kompleks. Kanit 4 Satreskrim Polres Jember, Alfan Febrianto Surya Darma, S.H., memaparkan gambaran faktual peta penanganan perkara anak di Jember yang mayoritas justru berakar dari lingkungan terdekat korban.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Satgas PPKPT Universitas Jember, Dr. Fanny Tanuwijaya, S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya penguatan payung hukum dan mekanisme pendampingan yang berpihak penuh pada pemulihan korban.
Menanggapi ancaman serius dari fenomena perundungan tersebut, Kepala UPTD PPA Kabupaten Jember, Hery Apriliyanto, S.T., menegaskan komitmen pihaknya untuk mempertajam langkah pencegahan serta memperketat perlindungan bagi anak-anak di Jember.
"Fakta-fakta yang terungkap hari ini memperjelas bahwa dampak kekerasan anak, termasuk bullying, memiliki efek domino yang sangat luas bahkan hingga ke ranah ketahanan bangsa. UPTD PPA Jember siap menjadi garda terdepan dalam merangkul para korban, memutus mata rantai kekerasan, dan memastikan setiap anak di Jember mendapatkan hak atas rasa aman dan perlindungan yang layak," pungkas Hery Apriliyanto.
Kegiatan ini turut melibatkan perwakilan dari Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, RSD dr. Soebandi, Pekerja Sosial, Forum Anak Jember, SLBN Jember, Sekolah Rakyat Jember, hingga perwakilan guru SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Jember sebagai benteng utama pencegahan di lapangan. (ysf)