Bukan Sekadar Teori, Petani Kopang Jaya Praktik Bikin Media Semai Soil Block
- 06 Oktober 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Bukan Sekadar Teori, Petani Kopang Jaya Praktik Bikin Media Semai Soil Block
JEMBER, 06 OKTOBER 2026 - Belajar budidaya tanaman sayur dan tanaman obat tak cukup hanya dengan teori. Anggota Kelompok Tani (Poktan) Kopang Jaya, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, langsung mempraktikkan pembuatan media semai menggunakan metode soil block.
Praktik tersebut menjadi salah satu bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) tanaman sayur dan tanaman obat yang berlangsung Senin, 05 Oktober 2026.
Melalui praktik ini, peserta dikenalkan dengan pembuatan media semai yang dapat digunakan untuk membantu proses awal pertumbuhan tanaman sebelum dipindahkan ke lahan.
Peserta mengikuti tahapan pembuatan soil block secara langsung. Dengan praktik tersebut, petani diharapkan tidak hanya mengetahui konsepnya, tetapi juga mampu membuat dan menerapkannya secara mandiri.
Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Jember, Agung, mengatakan praktik menjadi bagian penting dalam Bimtek karena petani dapat langsung mencoba teknik yang sebelumnya hanya dipahami melalui materi.
"Jadi bukan hanya menerima materi, tapi langsung dipraktikkan. Harapannya setelah kegiatan ini petani bisa membuat sendiri dan menerapkan teknik tersebut sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Agung.
Menurutnya, penguatan keterampilan seperti pembuatan media semai menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan petani dalam menjalankan budidaya secara lebih efektif.
"Yang kita harapkan tentunya pengetahuan dan keterampilan ini tidak berhenti di kegiatan Bimtek, tetapi bisa diterapkan dan dikembangkan bersama anggota kelompok," lanjutnya.
Selain memberikan pengalaman praktik, kegiatan ini juga diharapkan mendorong anggota Poktan Kopang Jaya untuk semakin terbiasa menggunakan teknik budidaya yang dapat menunjang pengembangan tanaman sayur dan tanaman obat.
DTPHP Jember terus mendorong peningkatan kapasitas petani melalui kegiatan bimbingan teknis yang memadukan teori dan praktik, sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lapangan. Hal serupa juga diterapkan dalam rangkaian Bimtek sebelumnya yang mencakup materi soil block, benih sayuran, hingga pupuk organik. (ima)