Bukan Sekadar Timbang Balita, Posyandu Alamanda 18 Jadi Pusat Layanan Kesehatan Lintas Usia
- 15 September 2026
- Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
Bukan Sekadar Timbang Balita, Posyandu Alamanda 18 Jadi Pusat Layanan Kesehatan Lintas Usia
JEMBER, 15 SEPTEMBER 2026 - Posyandu tak lagi identik dengan aktivitas menimbang balita. Di Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Posyandu Alamanda 18 berkembang menjadi ruang pelayanan kesehatan bagi warga lintas usia.
Hal itu terlihat dalam kegiatan Posyandu Alamanda 18 yang digelar di wilayah RW 09, RT 01 dan RT 06, Lingkungan Patrang Tengah. Bukan hanya balita yang datang. Ibu hamil hingga warga lanjut usia (lansia) turut mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sebanyak 32 balita, lima ibu hamil, dan 45 lansia tercatat mengikuti kegiatan tersebut. Total 82 warga dari kelompok usia berbeda memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan secara langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kegiatan itu dihadiri Lurah Patrang Hariyono bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Patrang Sriwahyuningsih.
Tenaga Kesehatan (Nakes) Bidan dan pembantu bidan dari Puskesmas Patrang juga hadir memberikan pelayanan serta pendampingan.
Untuk balita, pelayanan tidak berhenti pada penimbangan berat badan. Petugas juga mengukur tinggi badan sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan anak.
Data tersebut menjadi penting untuk melihat perkembangan anak sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Sementara ibu hamil memperoleh pemeriksaan dan konsultasi kesehatan. Sedangkan lansia mendapatkan pemeriksaan serta konsultasi sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Lurah Patrang Hariyono mengatakan, keberadaan posyandu menjadi penting karena pelayanan kesehatan bisa lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
“Posyandu bukan hanya tempat menimbang balita, tetapi juga menjadi sarana pemantauan kesehatan ibu hamil dan lansia. Karena itu, kami mengajak masyarakat memanfaatkan pelayanan ini secara rutin,” ujar Hariyono.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah sederhana untuk mengetahui kondisi kesehatan warga sejak dini. Dengan pemantauan rutin, persoalan kesehatan diharapkan tidak terlambat diketahui dan dapat segera ditindaklanjuti.
Hariyono juga memberikan apresiasi kepada kader posyandu dan tenaga kesehatan yang secara konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berjalan secara konsisten. Kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, kelurahan, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kesehatan warga,” katanya.
Ketua TP PKK Kelurahan Patrang Sriwahyuningsih menilai posyandu memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai kesehatan keluarga.
“Peran kader sangat besar dalam mendampingi masyarakat. Kami berharap para orang tua rutin membawa balitanya ke posyandu, begitu juga ibu hamil dan lansia agar tidak melewatkan pemeriksaan,” ujarnya.
Menurutnya, pemantauan kesehatan harus dilakukan secara berkesinambungan. Khusus balita, orang tua tidak perlu menunggu anak mengalami masalah untuk datang ke posyandu.
“Kalau ada sesuatu yang perlu dikonsultasikan, bisa langsung disampaikan kepada kader maupun tenaga kesehatan. Dengan begitu, apabila ada masalah dapat diketahui lebih awal,” katanya.
Sriwahyuningsih berharap Posyandu Alamanda 18 tidak sekadar menjadi agenda rutin bulanan, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan warga dari balita hingga Lansia dalam menjaga kesehatan.
Ketika kelurahan, kader, TP PKK, dan tenaga kesehatan bergerak bersama, posyandu bukan hanya menjadi tempat pemeriksaan, tetapi juga menjadi pintu pertama deteksi dan pencegahan masalah kesehatan di tingkat lingkungan. (rus)