Bunga Desaku Mini di Rambipuji Berakhir, Program Unggulan Bupati Jember Kian Masif
- 11 Juli 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku Mini di Rambipuji Berakhir, Program Unggulan Bupati Jember Kian Masif
JEMBER, 11 JULI 2026 – Program-program unggulan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait tidak boleh hanya mandek di atas kertas. Semua harus mendarat mulus di masyarakat, bahkan hingga ke pelosok desa.
Komitmen itulah yang melandasi penutupan putaran ketiga Bunga Desaku Mini di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jumat kemarin 10 Juli 2026. Lewat forum ini, Pemkab Jember mengebut penyebarluasan jaminan sosial agar langsung menyentuh akar rumput.
Jurus yang dipakai unik: metode ketuk tular. Pemkab tidak sekadar mengandalkan aparatur sipil negara (ASN) untuk berorasi. Mereka mengumpulkan para ketua pengajian, kepala sekolah, pengawas, hingga aktivis Srikandi Laskar Sholawat Nusantara (LSN). Merekalah yang didapuk menjadi "pengeras suara" program pemerintah ke tetangga kanan-kiri.
Ada empat program "Cinta" ciptaan Gus Fawait, sapaan akrab bupati, yang dibumikan. Pertama, Universal Health Coverage (UHC) alias berobat gratis. Kedua, Peta Cinta untuk perlindungan sosial. Ketiga, Gerobak Cinta demi mendongkrak ekonomi wong cilik. Terakhir, Beasiswa Cinta Bergema untuk pelajar kurang mampu.
Menariknya, sosialisasi ini jauh dari kesan kaku. Nuansa inklusif justru sangat kental. Di antara deretan jilbab dan seragam, tampak hadir Pendeta Rolan Sitompul dari Gereja Pantekosta dan Mimien Hartini dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Duduk satu meja, mereka sepakat mengawal program ini demi kemanusiaan.
"Pembangunan Jember ini milik semua. Tidak melihat latar belakang agama atau golongan," ujar Camat Rambipuji, Roni Herman Baza.
Roni mewanti-wanti para peserta agar menjadi penyambung lidah yang jujur. "Jangan sampai ada warga yang tertinggal informasi lalu kehilangan hak sehat atau hak sekolahnya," tegasnya.
Tantangan di lapangan memang dikupas tuntas. Perwakilan RSD Soebandi dr. Risqi Arief Prabowo dan dr. Faiq Sobri dari RSD Balung, kompak meminta warga tidak takut ke rumah sakit. UHC menjamin biaya, namun kesadaran warga untuk periksa dini tetap yang utama. Sementara itu, Wahida Brilianda dari Bagian Kesejahteraan Rakyat membeberkan cara blusukan agar Gerobak Cinta dan beasiswa tepat sasaran, bukan jatuh ke tangan kerabat pejabat desa.
Gayung bersambut. Anggota DPRD Jatim, Hermin, yang hadir di lokasi, langsung mengacungkan jempol. Menurutnya, belanja masalah dan sosialisasi langsung di tingkat desa seperti ini jauh lebih efektif ketimbang rapat di hotel berbintang. "Inilah sinergi riil," pujinya.
Saat sesi tanya jawab dibuka, suasana langsung hidup. Warga tidak ragu mencecar narasumber tentang birokrasi UHC yang kadang dinilai berbelit di tingkat bawah, hingga kuota beasiswa. Semua dijawab taktis.
Rambipuji menjadi titik pemungkas Bunga Desaku Mini. Lewat kolaborasi lintas agama, dunia pendidikan, dan tokoh lokal, Pemkab Jember optimistis mesin kesejahteraan yang dirancang Gus Fawait bisa melaju kencang tanpa menyisakan warga yang telantar di sudut desa. (sai)