Bupati Fawait Minta Pelayanan Puskesmas Berubah: Lebih Ramah, Fasilitas Ditingkatkan
- 11 Maret 2026
- Dibaca 213 Kali
Bagikan Via:
Bupati Fawait Minta Pelayanan Puskesmas Berubah: Lebih Ramah, Fasilitas Ditingkatkan
JEMBER, 10 MARET 2026 - Bupati Jember Muhamad Fawait meminta tenaga kesehatan di Puskesmas Ajung meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan saat rangkaian Safari Ramadan hari kedua Pemerintah Kabupaten Jember di Kecamatan Ajung, Selasa (10/3/2026).
Di hadapan puluhan tenaga kesehatan, Fawait menegaskan bahwa puskesmas harus berbenah, baik dari sisi pelayanan, fasilitas, maupun pengelolaan layanan kesehatan. Menurut dia, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam memberikan layanan langsung kepada masyarakat.
Meski demikian, ia menegaskan upaya tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Peran tenaga kesehatan di puskesmas dinilai sangat menentukan dalam mewujudkan perubahan pelayanan kesehatan.
“Saya tidak bisa melakukan ini sendiri. Saya harus dibantu panjenengan semuanya,” ujarnya.
Bupati Fawait juga mengingatkan bahwa sejak awal menjabat sebagai bupati, pemerintah daerah telah berupaya memperbaiki sistem kerja tenaga kesehatan. Salah satu kebijakan yang diambil adalah mengubah hari kerja tenaga kesehatan dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
“Dulu hari kerjanya enam hari, sekarang sudah kita jadikan lima hari. Jangan minta empat hari ya, Bu. Itu sudah optimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fawait menekankan tiga hal yang menurutnya harus menjadi perhatian puskesmas, yakni pelayanan, fasilitas, dan peningkatan kinerja layanan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Pada aspek pelayanan, ia menyoroti citra puskesmas yang selama ini sering dianggap kurang ramah oleh masyarakat.
“Saya tidak mau puskesmas ini selalu terkenal dengan pelayanan yang tidak baik. Kalau kita jujur, dulu orang sering menganggap puskesmas suka marah-marah atau tidak ramah. Ini yang ingin saya rubah,” katanya.
Menurut dia, puskesmas merupakan institusi layanan jasa yang keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Apalagi, kata bupati, jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Ajung mencapai sekitar 81 orang, yang menurutnya setara dengan kapasitas rumah sakit tipe C.
“Dengan jumlah tenaga kesehatan sebanyak itu, kalau pelayanannya tidak baik menurut saya kebangetan,” ujarnya.
Selain pelayanan, bupati juga menyoroti kondisi fasilitas puskesmas yang perlu terus ditingkatkan. Ia menilai fasilitas yang baik akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang berobat.
Ia mencontohkan pendapatan Puskesmas Ajung yang mencapai sekitar Rp600 juta per bulan seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sarana pelayanan.
“Coba masa iya catnya tidak bagus, AC-nya tidak ada, tamannya tidak tertata. Kalau saya datang lagi ke sini, saya ingin lihat perubahan,” katanya.
Fawait juga menekankan agar ruang pelayanan publik menjadi prioritas utama dalam penataan fasilitas puskesmas.
“Filosofinya harus dirubah. Ruangan kepala puskesmas tidak boleh lebih bagus dibanding ruangan pelayanan publik. Kalau ruang Kapus bagus, ruang pelayanan harus lebih bagus lagi,” ujarnya.
Menurut Fawait, pelayanan dan fasilitas puskesmas tidak boleh kalah dengan klinik swasta.
“Tidak masuk akal kalau pelayanan dan fasilitas puskesmas kalah dengan klinik swasta. Klinik swasta harus menghidupi dirinya sendiri, sementara puskesmas didukung pemerintah,” katanya.
Selain itu, bupati Fawait juga mendorong optimalisasi kinerja puskesmas sebagai BLUD, terutama setelah Kabupaten Jember menerapkan program Universal Health Coverage (UHC).
Ia menilai sistem kapitasi BPJS dapat menjadi peluang bagi puskesmas untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat kinerja layanan kesehatan.
Karena itu, bupati meminta seluruh tenaga kesehatan aktif menjangkau masyarakat agar memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas.
“Marketing puskesmas ini siapa? Ya panjenengan semua. Jumlahnya lebih dari 80 orang. Bagaimana caranya masyarakat yang belum terdaftar bisa masuk ke puskesmas,” tandas bupati. (dan)