logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Kesejahteraan Rakyat

Bupati Jember Tinjau SPPG Curah Lele Balung, Bahas Kesiapan Program MBG Jelang Lebaran

  • 16 Maret 2026
  • Dibaca 234 Kali
Bagikan Via:
bupati-jember-tinjau-sppg-curah-lele-balung-bahas-kesiapan-program-mbg-jelang-lebaran-20260317

Bupati Jember Tinjau SPPG Curah Lele Balung, Bahas Kesiapan Program MBG Jelang Lebaran

JEMBER, 16 MARET 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melakukan peninjauan langsung ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curah Lele di Kecamatan Balung pada Senin, 16 Maret 2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memantau berbagai persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Peninjauan tersebut turut didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, di antaranya Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Kesehatan PPKB, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Hadir juga Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Bagian Umum Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan program MBG yang saat ini menjadi salah satu program yang sangat dinantikan oleh masyarakat.

“Kita ingin melihat persiapan Lebaran, termasuk bagaimana pelaksanaan MBG. Program ini merupakan program yang ditunggu-tunggu masyarakat dan diharapkan memberikan manfaat yang nyata”, ujar Gus Fawait.

Menurutnya, dari sudut pandang Pemerintah Kabupaten Jember, program MBG tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.

Program tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar karena sebagian besar tenaga kerja yang terlibat berasal dari warga lokal, khususnya dari wilayah sekitar dapur MBG.

Selain itu, program MBG juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember. Gus Fawait menyebutkan bahwa apabila dihitung secara keseluruhan, potensi perputaran dana dari program tersebut dapat mencapai hampir Rp4 triliun di wilayah Kabupaten Jember.

“Dana tersebut nantinya akan membantu menggerakkan perekonomian daerah, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), para petani, hingga masyarakat yang terlibat dalam proses produksi maupun distribusi makanan”, jelasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Gus Fawait juga menyoroti adanya 58 dapur MBG yang saat ini masih disuspend karena perizinannya belum lengkap serta belum memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tetap mendukung penuh pelaksanaan program MBG secara keseluruhan.

Ia menilai langkah yang tepat saat ini adalah melakukan pembenahan dari berbagai aspek, mulai dari kelengkapan perizinan, standar operasional prosedur (SOP), hingga ketentuan teknis lainnya agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal.

“Program ini sangat baik dan memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki berbagai kekurangan yang ada agar pelaksanaannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan”, pungkasnya. (bhi)

Galeri Foto