Cahaya dari Paseban: Perjuangan Cindi Aulia, Guru Ngaji yang Kini Tak Lagi Menunggu
- 10 April 2026
- Dibaca 158 Kali
Bagikan Via:
Cahaya dari Paseban: Perjuangan Cindi Aulia, Guru Ngaji yang Kini Tak Lagi Menunggu
JEMBER, 10 APRIL 2026 – Di balik senyum tenangnya, tersimpan kisah sederhana namun penuh makna dari seorang guru ngaji muda asal Desa Paseban, Cindi Aulia. Selama ini, ia tetap setia mengajar anak-anak mengaji di lingkungannya, meski honor yang menjadi haknya kerap tertunda.
Bukan karena lalai, melainkan karena satu hal yang terdengar sepele, ia belum memiliki rekening bank.
“Kadang harus menunggu lebih lama, tapi saya tetap mengajar seperti biasa. Yang penting anak-anak tetap belajar,” tutur Cindi dengan nada lembut, Jumat 10 April 2026, di Aula Kecamatan Kencong.
Bagi Cindi, mengajar ngaji bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati. Setiap sore, ia meluangkan waktu untuk membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an, menanamkan nilai-nilai agama, dan membentuk karakter sejak dini. Meski dalam keterbatasan, semangatnya tak pernah surut.
Namun hari itu menjadi berbeda. Harapan yang selama ini sederhana, memiliki rekening agar honor bisa diterima tepat waktu, akhirnya terwujud. Melalui kegiatan pendampingan pembuatan buku rekening oleh petugas Bank Jatim Cabang Kencong, Cindi mendapat bantuan langsung, didampingi oleh Pendamping Guru Ngaji Desa Paseban, Sariono.
Dengan penuh perhatian, Sariono memastikan seluruh proses berjalan lancar. Baginya, ini bukan sekadar pendampingan administratif, tetapi bentuk kepedulian terhadap para pejuang pendidikan nonformal.
“Cindi ini salah satu contoh guru ngaji yang tetap mengabdi meski ada kendala. Sudah seharusnya kita hadir membantu agar hak-haknya bisa diterima tanpa hambatan,” ungkap Sariono.
Momen sederhana itu pun terasa istimewa bagi Cindi. Buku rekening yang kini ada di tangannya bukan hanya simbol administrasi, tetapi juga harapan baru, bahwa jerih payahnya kini akan lebih dihargai dengan sistem yang lebih tertata.
“Alhamdulillah, sekarang sudah punya rekening. Semoga ke depan tidak perlu menunggu lama lagi. Saya jadi lebih semangat mengajar,” ujarnya dengan senyum haru.
Kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Kencong ini memang ditujukan untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi sejumlah guru ngaji. Tidak sedikit dari mereka yang belum memiliki no rekening, sehingga pencairan honor menjadi terhambat.
Dengan adanya fasilitasi ini, para guru ngaji kini memiliki akses yang lebih mudah dan pasti terhadap hak mereka. Lebih dari itu, mereka juga merasakan kehadiran pemerintah yang benar-benar peduli.
Bagi Cindi Aulia, hari itu menjadi titik kecil perubahan dalam perjalanan pengabdiannya. Ia tetaplah sosok sederhana yang mengajar dengan ketulusan, namun kini dengan satu beban yang telah terangkat.
Dan di setiap lantunan ayat yang ia ajarkan, terselip harapan besar, bahwa generasi yang ia didik hari ini, kelak akan tumbuh menjadi insan yang berilmu, berakhlak, dan membawa kebaikan bagi bangsa. (fur)