Camat Gumukmas Dorong Keberlanjutan Oplah untuk Sejahterakan Petani
- 28 Maret 2026
- Dibaca 153 Kali
Bagikan Via:
Camat Gumukmas Dorong Keberlanjutan Oplah untuk Sejahterakan Petani
JEMBER, 28 MARET 2026 - Program optimalisasi lahan (oplah) yang digulirkan pemerintah pusat pada era Presiden RI Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyata bagi petani di Dusun Pulo, Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.
Lahan persawahan seluas 86 hektare yang selama puluhan tahun terbengkalai dan tertutup rimbunan bambu, kini kembali produktif dan siap menjadi penopang ketahanan pangan.
Melalui program tersebut, lahan yang sebelumnya tidak dapat diolah kini telah ditanami padi oleh para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Langgeng 1. Pada musim tanam perdana ini, para petani menargetkan hasil panen rata-rata lima hingga enam ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
Dengan proyeksi tersebut, total produksi padi dari lahan seluas 86 hektare diperkirakan mencapai 430 hingga 516 ton GKP dalam satu kali musim panen.
Angka ini dinilai cukup signifikan, tidak hanya meningkatkan pendapatan petani setempat, tetapi juga berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Keberhasilan menghidupkan kembali lahan tidur tersebut menjadi sumber penghidupan baru bagi petani Dusun Pulo. Dengan oplah ini, petani kembali bisa bekerja di lahannya sendiri. Harapan kami, hasil panen bisa maksimal dan berkelanjutan.
Para petani juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap sektor pertanian melalui program optimalisasi lahan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang dinilai telah memberikan dukungan sehingga program berjalan optimal.
“Kami sangat merasakan manfaat program ini. Lahan yang dulu tidak produktif, kini bisa menghasilkan,” ungkap Ahmad Subhan, salah satu perwakilan petani, Sabtu 28 Maret 2026.
Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, mengatakan program oplah menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
“Program ini sangat membantu petani. Ke depan, kami berharap ada dukungan lanjutan, baik sarana produksi, perbaikan irigasi, maupun pendampingan teknis agar hasilnya semakin optimal,” pungkasnya. (rir)