logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Camat Kencong Dorong Home Care Jember Lebih Dekat dengan Warga Rentan, Keluarga Ibu Disabilitas Jadi Perhatian

  • 19 Oktober 2026
  • Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
camat-kencong-dorong-home-care-jember-lebih-dekat-dengan-warga-rentan-keluarga-ibu-disabilitas-jadi-perhatian-20261020

Camat Kencong Dorong Home Care Jember Lebih Dekat dengan Warga Rentan, Keluarga Ibu Disabilitas Jadi Perhatian

JEMBER, 19 OKTOBER 2026 – Camat Kencong, Leon Lazuardy, mendorong penguatan pelayanan kesehatan yang menjangkau langsung masyarakat, terutama keluarga dengan keterbatasan fisik dan bayi yang membutuhkan pemantauan tumbuh kembang. Upaya tersebut sejalan dengan pelaksanaan program Home Care Pemerintah Kabupaten Jember yang kembali menyasar warga di wilayah Kecamatan Kencong, Senin 19 Oktober 2026.

Menurutnya, pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus tetap mendapatkan akses layanan. Kehadiran tenaga kesehatan secara langsung juga membantu pemerintah mengetahui kondisi warga sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan yang diperlukan.

Dalam kegiatan tersebut, tim Home Care mengunjungi dua keluarga di Dusun Krajan, Desa Kencong, yang memiliki bayi dengan kebutuhan pemantauan pertumbuhan. Salah satunya adalah keluarga Humaira Mafatihus Sholihah, bayi berusia lima bulan yang ibunya memiliki disabilitas fisik pada kaki dan tangan kanan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keluarga dengan keterbatasan mobilitas berpotensi menghadapi tantangan tersendiri dalam mengakses pelayanan kesehatan. Melalui kunjungan langsung, pemeriksaan dapat dilakukan di rumah sehingga keluarga memperoleh perhatian tanpa harus mengandalkan kunjungan ke fasilitas kesehatan semata.

Selain Humaira, tim juga mengunjungi Ayu Wulandari yang berusia 13 bulan. Kedua bayi tersebut menjalani pemeriksaan fisik serta pengukuran berat dan panjang badan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Kencong.

Hasil pemeriksaan Humaira menunjukkan berat badan 4,88 kilogram dan panjang badan 55 sentimeter. Indikator berat badan menurut umur masuk kategori sangat kurang, sedangkan panjang badan menurut umur tergolong sangat pendek. Adapun berat badan menurut panjang badan berada dalam kategori gizi baik.

Sementara itu, Ayu memiliki berat badan 7,6 kilogram dengan panjang badan 68,6 sentimeter. Berat badan menurut umur tercatat normal, tetapi panjang badan menurut umur masuk kategori pendek. Adapun berat badan menurut panjang badan tergolong gizi baik.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan pertumbuhan secara berkala, terutama ketika hasil pengukuran menunjukkan indikator yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Evaluasi tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing bayi.

Camat Kencong Leon Lazuardy menekankan bahwa program Home Care tidak sekadar menghadirkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian.

“Melalui Home Care, pemerintah hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami berharap warga yang memiliki keterbatasan, baik karena kondisi kesehatan maupun disabilitas, tetap mendapatkan pelayanan dan pendampingan yang dibutuhkan. Sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kecamatan, dan layanan sosial harus terus diperkuat,” ujar Leon.

Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat rentan perlu dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan unsur layanan sosial memiliki peran masing-masing dalam membantu mengidentifikasi kebutuhan warga serta menghubungkannya dengan pelayanan yang sesuai.

Ia juga menekankan pentingnya kepedulian lingkungan sekitar terhadap keluarga yang membutuhkan pendampingan. Informasi dari perangkat desa, kepala dusun, maupun masyarakat dapat membantu pemerintah mengetahui kondisi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan atau dukungan sosial. (gfr)

Galeri Foto