Camat Ledokombo Pimpin Monev DD Tahap I di Sukogidri, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Berkualitas
- 20 Juli 2026
- Dibaca 143 Kali
Bagikan Via:
Camat Ledokombo Pimpin Monev DD Tahap I di Sukogidri, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Berkualitas
JEMBER, 20 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Ledokombo terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan desa agar penggunaan anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Proyek Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Senin 20 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB itu dipusatkan di lokasi pembangunan di wilayah Dusun Sumber Nangka RT 03 RW 02, Desa Sukogidri.
Monitoring dipimpin langsung oleh Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Romadhoni, S.STP., M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) sebagai bentuk sinergi dalam mengawal pembangunan desa agar berjalan efektif, akuntabel, dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Ledokombo Kapten Arm Abd Azis, Kapolsek Ledokombo Iptu Andrias Suryo Rubedo, S.H., Kepala Desa Sukogidri H. M. Purnoto, Kanit Intelkam Polsek Ledokombo Aiptu Sugeng Haryanto, S.H., Ketua BPD Sukogidri Konco, S.Pd., tiga staf Kecamatan Ledokombo, seluruh perangkat Desa Sukogidri, serta Pendamping Desa Edi.
Pada pelaksanaan Monev kali ini, tim melakukan pemeriksaan terhadap proyek pembangunan yang didanai melalui DD dan ADD Tahun Anggaran 2026, yakni pembangunan gorong-gorong dan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Sumber Nangka RT 03 RW 02. Berdasarkan hasil monitoring lapangan, pekerjaan tersebut telah mencapai progres 100 persen dan dinilai selesai sesuai dengan tahapan yang direncanakan.
Selain melakukan pengecekan fisik bangunan, tim juga melaksanakan pembinaan administrasi guna memastikan seluruh dokumen pelaksanaan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan, telah disusun sesuai regulasi yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, profesional, dan akuntabel.
Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Romadhoni, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan, melainkan juga sebagai upaya pembinaan agar setiap desa mampu mengelola anggaran pembangunan secara optimal.
"Monitoring dan evaluasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan setiap rupiah Dana Desa dan Alokasi Dana Desa benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kami ingin pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga berkualitas, tepat sasaran, dan memiliki manfaat jangka panjang bagi warga," ujar Camat Ledokombo.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur desa seperti gorong-gorong dan TPT memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus mengurangi potensi kerusakan lingkungan maupun risiko bencana saat musim penghujan.
"Kami berharap seluruh pemerintah desa terus menjaga kualitas pembangunan, meningkatkan tertib administrasi, serta mengedepankan prinsip transparansi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Desa semakin kuat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukogidri H. M. Purnoto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan bersama Forkopimcam. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi bagi pemerintah desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Camat beserta seluruh tim monitoring yang telah memberikan pembinaan dan masukan. Pemerintah Desa Sukogidri berkomitmen melaksanakan pembangunan sesuai aturan yang berlaku dan mengutamakan kebutuhan masyarakat. Hasil evaluasi hari ini akan menjadi bahan perbaikan bagi pelaksanaan program-program berikutnya," ungkap Purnoto.
Senada dengan hal tersebut, Pendamping Desa, Edi, menilai sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, serta unsur Forkopimcam menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara berkala akan memperkuat akuntabilitas penggunaan Dana Desa sekaligus memastikan hasil pembangunan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. (yus)