logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Cegah Kebakaran di Permukiman, Tegalgede Perkuat Kesiapsiagaan Tagana dan RT/RW

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
cegah-kebakaran-di-permukiman-tegalgede-perkuat-kesiapsiagaan-tagana-dan-rtrw-20261001

Cegah Kebakaran di Permukiman, Tegalgede Perkuat Kesiapsiagaan Tagana dan RT/RW

JEMBER, 01 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi kebakaran permukiman. Langkah tersebut dilakukan melalui pembekalan mitigasi dan kesiapsiagaan pertolongan pertama kebakaran bagi relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta pengurus RT dan RW.

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Kelurahan Tegalgede, Rabu, 30 September 2026 malam itu diarahkan pada kemampuan penanganan awal, pengenalan potensi bahaya, hingga evakuasi warga secara aman. Penguatan kapasitas tersebut dinilai penting karena penanganan pada menit-menit awal dapat menjadi faktor penting sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST, MM, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat perlu dibangun dari tingkat lingkungan terkecil. Menurut dia, RT dan RW memiliki posisi strategis untuk menyampaikan edukasi kebencanaan kepada warga, sementara relawan Tagana dapat membantu dalam penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat.

“Sinergi antara relawan Tagana dan pengurus RT/RW merupakan kunci dalam membentuk sistem deteksi dini dan tanggap darurat di lingkungan warga. Pembekalan ini tidak sekadar memberikan teori, tetapi juga membangun keterampilan praktis agar warga siap dan tenang saat menghadapi kondisi darurat,” ujar Shierley saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan tidak hanya dibutuhkan ketika kebakaran sudah terjadi. Warga juga perlu mengenali berbagai potensi pemicu kebakaran di lingkungan tempat tinggal sehingga dapat melakukan pencegahan sejak dini.

Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai identifikasi potensi bahaya kebakaran, langkah penanganan awal api, serta tata cara evakuasi. Materi juga diperkuat dengan simulasi agar peserta memiliki gambaran tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

Shierley menilai keberadaan relawan Tagana dan pengurus RT/RW dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem respons cepat berbasis lingkungan. Tagana berperan dalam membantu penanganan dan koordinasi di lapangan, sedangkan RT dan RW menjadi penghubung langsung dengan masyarakat.

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta pembekalan, tetapi diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran bisa menjadi bagian dari kebiasaan warga,” katanya.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya Kelurahan Tegalgede membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Dengan semakin banyak warga yang memahami pencegahan, penanganan awal, dan evakuasi, risiko korban maupun kerugian akibat kebakaran di kawasan permukiman diharapkan dapat ditekan. (sar)

Galeri Foto