logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Pakusari

Cetak Generasi Bebas Stunting, TP-PKK Pakusari Intensifkan Intervensi Gizi di Desa Subo dan Bedadung

  • 10 Juli 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
cetak-generasi-bebas-stunting-tp-pkk-pakusari-intensifkan-intervensi-gizi-di-desa-subo-dan-bedadung-20260711

Cetak Generasi Bebas Stunting, TP-PKK Pakusari Intensifkan Intervensi Gizi di Desa Subo dan Bedadung

JEMBER, 10 JULI 2026 โ€“ Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Pakusari secara masif mengintensifkan gerakan sadar gizi dan intervensi pencegahan stunting langsung ke tingkat penimbangan terkecil.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui monitoring ketat terhadap efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal serta akurasi validasi data tumbuh kembang anak. Fokus utamanya adalah memastikan setiap investasi gizi yang diberikan pemerintah tepat sasaran guna menekan angka stunting secara signifikan di wilayah Kecamatan Pakusari.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua TP-PKK Kecamatan Pakusari, Henny Puspitasari, saat memimpin peninjauan lapangan program kerja Pokja 4 Sub Bidang Kesehatan pada Jumat, 10 Juli 2026.

Dalam agenda kali ini, rombongan TP-PKK menyambangi dua titik strategis, yakni Posyandu Sedap Malam 49 di Desa Subo dan Posyandu Sedap Malam 22 di Desa Bedadung. Kehadiran tim penggerak ini bertujuan memastikan bahwa layanan kesehatan dasar dan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan berjalan optimal tanpa kendala.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, intervensi gizi pada hari ini menyasar total 94 bayi dan balita serta 10 ibu hamil (bumil) dari kedua desa tersebut. Secara rinci, Posyandu Sedap Malam 49 Desa Subo melayani sasaran sebanyak 36 bayi dan balita, serta 6 orang ibu hamil.

Sementara itu, Posyandu Sedap Malam 22 Desa Bedadung mengawal sasaran yang lebih besar, yakni mencapai 58 bayi dan balita ditambah 4 orang ibu hamil. Seluruh sasaran yang hadir mendapatkan pemeriksaan antropometri menyeluruh serta paket PMT kaya protein hewani.

Ketua TP-PKK Kecamatan Pakusari, Henny Puspitasari, menyatakan bahwa pengawasan berkala di tingkat posyandu adalah kunci utama dalam memotong mata rantai stunting. Ia menginstruksikan para kader untuk mengawal asupan gizi sejak anak masih berada di dalam kandungan.

"Kita tidak boleh lengah sedikit pun dalam memantau grafik tumbuh kembang anak-anak kita, termasuk kesehatan ibu hamil sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini. Dengan total sasaran 94 balita dan 10 bumil di dua posyandu ini, saya memastikan intervensi gizi lewat PMT berjalan optimal. Penurunan stunting harus dimulai dari akurasi data dan pemenuhan gizi yang tepat di tingkat desa," ujar Henny di sela-sela kegiatan.

Melalui sinergi kuat antara Pokja 4 TP-PKK, bidan desa, dan para kader posyandu, diharapkan angka stunting di Kecamatan Pakusari dapat ditekan hingga mencapai target zero stunting. Kegiatan pemantauan ini diakhiri dengan sesi edukasi pola asuh dan demonstrasi pengolahan menu sehat bagi para orang tua balita yang hadir. (zal)

Galeri Foto